Selamat Ulangtahun Sayang

Sungguh, aku minta maaf atas kealpaanku terkait hari ulangtahunmu. Tiba-tiba tadi pagi saat kauhidangkan sarapan, “Kamu lupa sesuatu ya?” 

Dup. Hatiku seperti terbentur dengan keras. Saking kerasnya, aku takbisa mengaduh. “Selamat ulangtahun sayang!” 

Tapi wajahmu tetap manyun. Aih, sungguh aku merasa sangat terpukul. 

“Semua orang lupa hari ini. Biasanya Mas Bima selalu mengawali ucapan selamat di pagi buta. Terus yang paling awal, pasti bapak. Entah, ke mana semua orang.” wajahnya sarat dengan kesedihan. 

Namun aku berupaya memberikan hadiah ulangtahun. Aku taktahu harus memberi apa di akhir bulan seperti ini. Baru kemarin, uangku aku masukkan untuk modal usaha. Hanya ada sisa uang untuk bertahan sampai gajian dan dapat job dari Sifjatnika atau penerbitan KKL yang aku rintis.

Dalam kondisi sulit, aku tiba-tiba melihat ada kejutan foto prewed yang lama belum terpasang. Langsung saja aku sabet. Aku pasangkan. 

Maafkan aku sayang, semoga bingkai ini bisa sedikit membuat sedihmu berkurang. Sertifikat daru BLK Malang juga sudah kupajang. Semoga lantaran itu, rejekimu lancar. Semakin menjadi perempuan tabah dan istri solehah. Semua kariermu menjadi desainer baju dan juga penata rias semakin cemertang. Aku mencintaimu. 

Iklan

Studio Luar Ruangan

Bambu di rumah ditebang. Berkontribusi dalam perpolitikan negeri ini. Ya, bambu belakang rumah bersumbangsih dalam pemilu serentak beberapa bulan ke depan. Bambu-bambu itu merelakan tubuhnya untuk memperkenalkan para calon legislatif. 

Bambu itu tidak bertanya apakah nanti yang menempel di tubuhnya adalah calon pemimpin yang benar-benar menyuarakan hak rakyat. Atau malah menikam rakyat yang memenangkan suara di pemilu serentak sebentar lagi. Ya, bambu-bambu itu tidak bertanya.

Di kebun belakang hanya tersisa ranting-ranting. Dan ranting-ranting itulah yang akhirnya saya respon. Daun-daun saya bersihkan. Lalu saya rangkai. 

Selanjutnya rangkaian itu nanti akan saya kolaborasikan dengan bunga rambat. Sekarang bunga itu masih berjuang melawan layu. Ada beberapa yang benar-benar layu. 

Melihat bunga-bunga itu layu. Sedih. Dua hari mereka saya tinggal. Sehari mereka tak dapat asupan air, hanya sedikit asupan dari embun. Sedangkan sehari, mereka masih beruntung. Hujan turun.

Maafkan diri ini wahai bunga rambat. Esok saya akan kembali memberi asupan air. Agar kaubisa melawan layu dan tumbuh segar menyusul teman-temanmu yang mulai semi. 
Dan pada kalianlah, saya akan meminta bantuan. Bantu saya membangun nuansa hijau di pekarangan. Juga membuat studio luar ruangan terealisasi.

Ketika sudah terbentuk. Tentunya saya bisa mulai membantu istri prewed. Ya, prewed di sini. Nanti, suatu saat nanti. 
Apakah studio luar ruangannya hanya untuk prewed? Jika kamu ingin berfoto, silakan. Jika ingin tampil cantik, mintalah istriku merias wajahmu. Dan setelahnya, kita bisa memulai sesi pemotretan.*

Orang yang Dikhawatirkan Mati dalam Kondisi Buruk

Setiap orang, pasti ingin mati dalam kondisi baik. Tentu itu harapan tiap orang. Namun ada beberapa orang yang perlu dikhawatirkan akan mati dalam kondisi tidak baik. Hal itu tadi disampaikan dalam khutbah Jumat, 7 Desember 2018 di Masjid Sawahan, Sidomulyo, Bangsal, Mojokerto, Jawa Timur.

Hasil dari khutbah tersebut berusaha disarikan oleh penulis dalam tulisan ini. Apa saja kriteria orang yang dikhawatirkan tersebut. Orang-orang itu adalah orang yang suka meninggalkan Salat, orang yang suka minum-minuman keras, orang yang durhaka kepada orang tua, dan orang yang suka melakukan dosa besar.

Apakah kamu termasuk salah satu di antara ciri-ciri tersebut? Jika iya, waspadalah.

Khotib menyampaikan Khutbah (Sumber Foto: fastabiqul.com)
Jamaah Salat Jumat (Sumber Foto: tongkronganislami.net)

Kenapa poin pertama adalah meninggalkan Salat? Tentu karena Salat adalah salah satu kewajiban yang sering ditinggalkan. Entah karena alasan apapun. Kadang sibuk sedikit sudah lupa Salat. Itulah yang membuat poin pertama adalah meninggalkan Salat.

Poin kedua, merupakan godaan besar yang bisa menghinggapi semua orang. Ini biasanya kenakalan remaja. Maraknya orang mengonsumsi minuman keras, membuat ciri ini menduduki posisi kedua setelah lalai Salat.

Ciri ketiga, adalah sesuatu yang kerap tidak disadari. Orangtua rasanya sangat sering kita marahi. Hatinya kita buat sedih. Tentu banyak sekali kesalahan kita kepada orangtua. Namun sebaliknya, sikap orangtua pada anak sangat bertolak belakang. Hal inilah yang membuat posisi orangtua dipentingkan dalam agama.

Keempat, memang ini sudah sangat jelas. Tentu jika orang sering melakukan ini adalah orang yang jelas hidupnya tanpa kontrol. Manusia tanpa kontrol, bisa membuat sikap mereka seperti binatang. Naudhubillah. Semoga kita tidak digolongkan ke dalam orang-orang seperti itu. Amin.