Orang yang Dikhawatirkan Mati dalam Kondisi Buruk

Setiap orang, pasti ingin mati dalam kondisi baik. Tentu itu harapan tiap orang. Namun ada beberapa orang yang perlu dikhawatirkan akan mati dalam kondisi tidak baik. Hal itu tadi disampaikan dalam khutbah Jumat, 7 Desember 2018 di Masjid Sawahan, Sidomulyo, Bangsal, Mojokerto, Jawa Timur.

Hasil dari khutbah tersebut berusaha disarikan oleh penulis dalam tulisan ini. Apa saja kriteria orang yang dikhawatirkan tersebut. Orang-orang itu adalah orang yang suka meninggalkan Salat, orang yang suka minum-minuman keras, orang yang durhaka kepada orang tua, dan orang yang suka melakukan dosa besar.

Apakah kamu termasuk salah satu di antara ciri-ciri tersebut? Jika iya, waspadalah.

Khotib menyampaikan Khutbah (Sumber Foto: fastabiqul.com)
Jamaah Salat Jumat (Sumber Foto: tongkronganislami.net)

Kenapa poin pertama adalah meninggalkan Salat? Tentu karena Salat adalah salah satu kewajiban yang sering ditinggalkan. Entah karena alasan apapun. Kadang sibuk sedikit sudah lupa Salat. Itulah yang membuat poin pertama adalah meninggalkan Salat.

Poin kedua, merupakan godaan besar yang bisa menghinggapi semua orang. Ini biasanya kenakalan remaja. Maraknya orang mengonsumsi minuman keras, membuat ciri ini menduduki posisi kedua setelah lalai Salat.

Ciri ketiga, adalah sesuatu yang kerap tidak disadari. Orangtua rasanya sangat sering kita marahi. Hatinya kita buat sedih. Tentu banyak sekali kesalahan kita kepada orangtua. Namun sebaliknya, sikap orangtua pada anak sangat bertolak belakang. Hal inilah yang membuat posisi orangtua dipentingkan dalam agama.

Keempat, memang ini sudah sangat jelas. Tentu jika orang sering melakukan ini adalah orang yang jelas hidupnya tanpa kontrol. Manusia tanpa kontrol, bisa membuat sikap mereka seperti binatang. Naudhubillah. Semoga kita tidak digolongkan ke dalam orang-orang seperti itu. Amin.

Iklan

Mendapatkan Uang Melalui Menulis Online

Sesuatu yang menjadi pusat perhatian adalah aktivitas yang menghasilkan. Kadang, ada yang memang menulis hanya untuk ekspresi. Ada pula yang mencari tambahan melalui menulis. Ada pula yang memang fokus dalam bidang penulisan. Kamu termasuk yang mana?

Tentu pilihan itu, mana pun pilihannya adalah sah-sah saja. Setidaknya saya menulis ini sebagai bentuk cara pandang yang lain. Semacam tawaran baru, walaupun sebenarnya ini sudah bukan hal yang benar-benar baru. 
Apakah tawaran itu? Menulis di UC Media atau UC News. Saya baru di akun itu, mungkin masih dapat 22 postingan. Menariknya apa? Sebenarnya tidak ada yang menarik, sebab teknisnya sama. Pundi-pundi itu didapatkan dari adsense. 

Namun, jika selama ini kamu berjuang mendaftarkan blog atau websitemu masih selalu gagal. Maka ini bisa kamu coba. Kamu tidak ribet mendaftarkan diri. Fokusmu hanya pada menulis konten yang bagus, mengikuti event yang ditawarkan, dan mengikuti aturan dari UC. 

Ya, sesederhana itu. Saya tidak bisa berbicara banyak soal pendapatan. Saya masih baru di UC, belum merasakan nikmatnya. Namun ada kawan dari Blitar yang sudah pernah merasakan itu. Kali pertama, pendapatan diperoleh di bulan ketiga sebesar $150. Pendapatan di UC dibayar pakai $, bukan rupiah. Menariknya di sini. 

Sistem pembayaran bisa menggunakan dua cara: payoner dan bank lokal. Bedanya, jika payoner sudah bisa menarik uang jika saldo sudah $50. Kalau bank lokal, harus punya $150. Pilihannya memang jauh, seimbang dengan keribetannya. Jika menggunakan payoner, kamu perlu menukarkan lagi ke dalam uang real. Ada penyedianya, kamu tinggal mencari di penelusuran. Namun saran saya, ikuti yang menarawarkan melalui rekening bersama. 

Kalau pakai bank lokal, setelah penarikan, uangmu langsung bisa masuk ke rekening. Saya juga menggunakan bank lokal, BRI. Sekali lagi, jangan tanya soal pendapatan. Saya belum memerolehnya. Namun, kawan saya dari Blitar bulan ini menarik $1000. Jika dolar sekarang 15.000 (misal, saya ndak tahu berapa kurs terbaru), maka pendapatan dia bulan ini 15.000.000 rupiah. Cukup menggiurkan.

Akan tetapi, tetap lebih enak jika blog atau websitemu sendiri yang bisa menghasilkan dolar. Namun sekali lagi, jika kamu tidak mau ribet. Bisa mengumpulkan recehan di UC. Sekaligus mengasah kemampuan aktif menulis. 

Kamu bisa menulis melalui hape juga. Syaratnya hapemu kapasitas RAM cukup besar. Lalu tekan mode dekstop. Jika kamu berniat mendaftar, salah satu form pendaftaran meminta kode rekomendasi. Kamu bisa menggunakan kode saya, 1591566471. Selamat mencoba.

 

Gempa Dini Hari

Pagi hingga petang, tubuh dipacu ritual sehari-hari. Rembulan ketika tubuh ini mengetuk pintu rumah, alpa dari peraduannya. Mata ini ‘tak kuat bertahan lebih panjang. Kemampuan begadang tumbang. Takmampu melebihi segelas kopi dan setengah putaran black movie yang rutin diputar di Trans TV. 

Selebihnya, tubuh sudah direngkuh dengan payah. Bisa jadi dengkur pun tiba di tengah-tengahnya. Juga suara tetikus yang beraksi mencari asupan gizi tatkala neon-neon mulai mati. 

Kabar tentang gempa dini hari atau lindu yang memburu, ‘tak mampu merogoh diri ini. Alpa. Baru menjelang Subuh, mertua menitipkan panik melalui japri. Katanya, harap hati-hati jikalau gempa dini hari di Situbondo datang lagi. Skalanya mampu mengabarkan ke beberapa titik, Jakarta, Madura, Bali, dan kota-kota di Tapal Kuda tentunya. 

Jejaring sosial, semua mengunggah fenomena yang sama. Dulu, jika ada musibah kentongan buru-buru dibunyikan. Jarak dan waktu terlipat. Revolusi 4.0 sudah bergerak tanpa gemeretak. Jaman berubah, manusia berubah, dan musibah pun tiba. Lombok, Bali, Palu, Donggola, Sigi, dan Situbondo adalah beberapa di antaranya. Mari, doa-doa dan rapal dikir kita lajukan, agar darah ‘tak lagi tumpah.