Abu-abu

Bung, jangan lihat abu-abu kami

tapi lihat merah yang menyala dari

kelopak mata kami.

Bung, mata ini telah merah

dan mengangah bersama senja

menjadi ranum dalam pekat malam.

             dan ini kami

              inilah merah kami

Adakah merahmu, melebihi merah

mata kami. Abu-abu ini adalah

kuncup dari rekah-rekah kata

yang kami dapatkan dari matamu.

Kami tidak hanya abu-abu

             dan kau Ning,

sisihkan gincumu yang merah itu

jika tak bisa melebihi merahnya 

              Mata kami
Mojokerto, 20 April 2017

  

Peluncuran Majalah Bahasa Jawa “Mapah Mangsa”

​Hujan sejak sore mengguyur, tetapi tidak memadamkan niat para pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Pergerakan Kebudayaan Prosa. Mereka bertemu dan berkumpul di sebuah cafe untuk melakukan peluncuran majalah mereka. 

Saya benar-benar kaget. Acara sangat ramai. Acara pun beragam, mulai dari stand up comedy, musikalisasi puisi, hingga orasi kebudayaan. Edan tenan. Juancok pol kok arekarek iki. Itulah yang saya sampaikan ketika membuka sedikit orasi dalam acara itu. 

Tentu, mereka perlu didukung. Generasi seperti merekalah yang mampu menciptakan gerakan nyata. Namun sayang, saya tidak bisa mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Setelah memberi orasi budaya, saya pun pamit undur diri. 

Tentunya, sebagai rekam jejak. Kamu bisa mengintipnya melalui foto-foto berikut:

Merekalah yang menyambut dan menghangatkan saya tatkala datang dengan kondisi kedinginan karena hujan mengguyur dengan derasnya. Dan akhirnya saya pun menambah kehangat dengan wedang uwuh juga akhirnya.
Salah satu rangkaian acara, musikalisasi puisi.
Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Pelaksana menyampaikan visi dan misi Majalah Mapah Mangsa. Juga tentang muasal yang menjadi pematik munculnya majalah Mapah Mangsa.
Para cowok-cowok yang rela tidak apel ke rumah pacarnya hanya demi menyaksikan dan menghadiri acara ini.
Selain cowok-cowok keren, hadir pula cewek-cewek cantik yang rela bedaknya luntur karena menerjang hujan demi acara ini.
Kalau ini adalah poster promosi yang mereka gunakan untuk promosi acara. Dan hasilnya, meskipun hujan deras, sudah mampu mendatangkan kurang lebih 25 orang.
Kebetulan nak edisi perdana iki aku mlebu nak rubrik SOSOK WONG SANGAR. Iki mung kebetulan loh rek. Serius, profil saya muncul di majalah ini hanya sebuah kebetulan semata.

Jika Soekarno berkata “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugonjangkan dunia.” maka dengan gerakan ini pasti akan mampu menggoncang dunia literasi. Mereka lebih dari sepuluh. Tentu akan mampu menciptakan dan meledakkan sesuatu. Semoga.

Info Perihal Majalah:

Majalah ini merupakan majalah triwulan. Edisi pertama Januari s/d Maret 2017. 

Harga Pulau Jawa Rp18.000

Harga Luar Jawa Rp25.000

ISSN: 2548-9658

.

Susunan Redaksi:

Pelindung/Penasihat: Suyitno Ethek, S.Pd., M.Pd.

Pimpinan Redaksi: Faisal Achmad

Pimpinan Pelaksana: Fajar Laksana

Sekretaris Redaksi; Sri Suryani

Editor: Zandy Titis

Desain/Layout: Fuad Nuriyanto&Gejot Master

Fotografi: Andreas Dwi P. &Hudan Fajar R

Manajer Iklan: Hanip Rizki R&Ryandhica Angga

Humas: Harjunot Purwanto&Megayati

Seni Budaya: Mahardika&Ridwan Rustamaji

Kepemudaan: Hikam Alfiansyah, Atma Risanti, Yunia Sanny&Esveraldo

.

Majalah ini diterbitkan: 

PERGERAKAN KEBUDAYAAN PROSA

Alamat: Jalan S. Parman 18, Modopuro RT01 RW06, Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.

Email: mapahmangsa@gmail.com

mapahmangsa.wordpress.com

HP. +62813-9103-6155

PESTA PEKAN SASTRA #2


Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Islam Majapahit (Unim)

mempersempahkan:

PESTA PEKAN SASTRA #2 (17-21 April 2017)

Sastra Pusaka Bangsa
Rangkaian Kegiatan:

LOMBA BACA PUISI

Jenis lomba Individu

Pendaftaran Rp50.000

LOMBA MENULIS CERPEN

Jenis lomba individu

Pendafaran Rp50.000

LOMBA MUSIKALISASI PUISI

Jenis lomba kelompok

Pendaftaran Rp110.000

(Maks. 6 orang)

LOMBA STAND UP

Jenis lomba individu

Pendaftaran Rp50.000

Kategori lomba:

1. Pelajar SMA/MA/SMK sederajat

2. Umum dan Mahasiswa
HADIAH:

1. Tropi

2. Sertifikat

3. Uang Pembinaan
BONUS ACARA:

Pelatihan Menulis

Kamis, 20 April 2017
SEMINAR:

“Sastra Pusaka Bangsa”

Jumat, 21 April 2017
Pendaftaran:

13-31 Maret 2017

Pada hari kerja (Senin-Jumat) di Gedung Hajar Ibrahim
Technical Metting:

3 April 2017

Pukul 13.00 bbwi

Tempat:

Universitas Islam Majapahit (Unim)

Jalan Raya Jabon 0,7 KM Mojokerto. 61364
Narahubung:

Zain (0856-4964-6963)

Gerakan Kebersihan Lingkungan

​Laporan rapat bersama Perangkat Desa

Kamis, 23 Pebruari 2017

Notulis: Akhmad Fatoni (Ketua Umum Kartar Karya Remaja Dusun Sumbertani)
Sore hari, sekitar pukul 3 sore, saya mendapat pesan dari Kepala Desa. Pesan itu berisi undangan rapat yang akan membahas kebersihan lingkungan. Saya diminta mengajak yang mengeloh sampah karang taruna Karya Remaja. Maka dari itu, saya mengajak Saudara Alifir dan Krisdian Efendi. 

Kira-kira setengah 8 malam, saya bersama dua orang relawan sampah Karya Remaja menuju rumah kepala desa. Rumah masih sepi, hanya ada Saudara Buasim. Entah ia menjabat apa di pemerintahan desa, saya kurang paham. Yang jelas, ia adalah orang kelahiran Dusun Sumbertani dan menikah dengan orang Dusun Banyurip. Tentunya, ia orang yang dermawan pula. Ia kerap membantu tenaga, pikiran, dan biaya untuk pergerakan di tanah kelahirannya ini. Baik kegiatan karang taruna Karya Remaja ataupun RBAF. 

Tidak lama setelah itu, datang ketua karang taruna Dusun Banyurip bersama wakilnya. Baru kemudian disusul Ketua BPD. Acara digelar lesehan. Setelah karpet digelar, Ketua Karang Taruna Desa datang, Mas Hari Bondan. Acarapun di buka, sambutan sekilas. Lalu dilanjut dengan diskusi terbuka. Topiknya masalah kebersihan lingkungan. 

Setelah acara dimulai, ketua LPM hadir dan turut dalam pembahasan ini. Kepala Desa Mojorejo ingin di daerah yang ia pimpin ini kebersihan lingkungannya terjaga. Beliau tidak ingin lagi melihat sampah di parit, sungai, ataupun di jalan-jalan. Beliau sudah jengah, hingga akhirnya menetapkan perdes (peraturan desa) mengenai kebersihan lingkungan. 

Beliau optimis, karena karang taruna Karya Remaja Dusun Sumbertani, yang merupakan salah satu dusun dari delapan dusun yang dipimpinnya, mampu melakukan gerakan kebersihan lingkungan. 

Diskusi panjang lebar pun terjadi. Tidak ada saling gontok, adanya banyolan dari ketua BPD, Kak Irul, yang meski tampangnya kereng ternyata humoris. Gelak tawa pun pecah. Suasana tegang, mencair kembali. Rapat dengan model diskusi terbuka berjalan lancar. Berikut rumusan rapat tersebut:

1. Pemerintah Desa Mojorejo mengeluarkan Perdes kebersihan lingkungan. Isinya, seluruh warga Desa Mojorejo wajib menjaga kebersihan lingkungan. Bila ada yang melanggar akan dikenakan denda sebesar Rp100.000. Dan bila ada yang bisa membuktikan orang buang sampah sembarangan, terutama di selokan atau sungai, akan diberi insentif Rp50.000 (bukti foto). Bila tidak mau membayar, setiap keperluan adminitrasi di desa akan dikenakan biaya.

2. Desa memberi fasilitas TPA, Mobil pengangkut sampah, seragam petugas sampah, dan tempat sampah di beberapa titik (drum bekas).

3. Warga wajib membayar iuran kebersihan Rp1.000 per minggu. Uang tersebut digunakan operasional kebersihan.

4. Penerapan lingkungan bersih akan diberlakukan per 1 April 2017. Sejak putusan ini ditetapkan, seluruh Kepala Dusun wajib menyosialisasikan ke seluruh warganya.

5. Banner sosialisasi akan difasilitasi pemerintah desa. Bulan Maret 2017, target sosialisasi rampung.

6. Masing-masing dusun diberi wewenang menentukan petugas pemungut sampah. Jika tidak ada atau tidak sanggup, maka dipasrahkan pemerintah desa. Kemudian pemerintah desa akan menunjuk petugas, yang akan membantu dusun tersebut.
Tentunya hal itu merupakan gerakan positif. Kita, karang Taruna Karya Remaja akan mendukung penuh program tersebut. Dan sebuah kebanggaan ketika gerakan cinta lingkungan yang digerakkan kartar Karya Remaja Sumbertani dijadikan percontohan pemerintahan desa. Sungguh, ini sangat mengharukan.

Karya Remaja Terus Bergerak

Program yang saat ini digerakan yaitu pengelolaan sampah kering. Sungguh terimakasih kepada seluruh warga yang telah membantu program ini. Tanpa bantuan warga niscaya ini tidak berjalan. Sisanya, tinggal menunggu hati anggota karang taruna tergerak turut membantu. 

Siang ini, sampah-sampah ini dijemur di pelataran rumah. Biar tidak bau. Biasanya saya dibantu Baztian Petros dan Aris Anggun Sholiha. Namun sejak tiga hari yang lalu, saya meminta ia mewakili Karya Remaja membersihkan rumput di lapangan. Pembangunan pasar akan segera direalisasikan. 

Tentunya ini adalah gerakan membangun Dusun Sumbertani dan Desa Mojorejo pada umumnya. Gerakan seperti ini tidak ada uangnya, jadi saya memaklumi jika teman-teman belum tergerak membantu. Namun semenjak tahun lalu, ketika saya ditunjuk dan diberi amanah. Maka inilah yang menjadi tanggung jawab saya. Dan terimakasih kepada seluruh pengurus, sudah berkenan membantu. 
Dan semalam, saat gerimis merindu gerakan tahlilan, yang akhirnya berubah menjadi Istiqosah karena saran dari tokoh agama Dusun Sumbertani dengan alasan rutinan tahlilan sudah dilakukan warga, ben karang taruna Istiqosah wae. Ngunu. Dan oke. 

Kegiatan itu dilakukan rutin setiap hari Jumat, ba’da Isya. Lah, Jumat ngarep, bukan Jumat malam ini, Istiqosah bertempat nak langgar kulon. Ambek gowo kas 2 ribu gawe tuku puluran. Rembukan wingi, sepakat nggak diisi arisan. Mung cukup rutinan wae. Lah, nek ngisi 20 ewu piye? Yo ora opo-opo, toh iku gawe rejeki sampean dewe. 

Kabar gembira liyane, Aba Saipul siap nukokno alat terbang, be e pengen bentuk banjari, terbangan, kuntulon, opo qosidah. Lah, kabeh iku, nari sampean. Gelem nopo purun. Nek coro aku, gelem tok wong wis onok sing biayayai. 

Gerakan liyane, iku drum band. Iki kari kelompok 2 sing durung terbentuk. Kelompok sing anggota e arek karang taruna. Ndang meluo. Ora bayar. Bayar alat wis ditanggung ambek arek-arek sing tergabung nak kelompok 1.
Monggo, niat e ditoto maleh. Niki gerakan sae. Gerakan Karya Remaja sampun tersebar di seluruh dusun di Mojorejo. Sebab setiap pertemuan, Pak Lurah menceritakan gerakan Karya Remaja ini. Tidak hanya itu, sama Pak Lurah juga diceritakan di kecamatan. Alhamdulillah.

Saya bangga kepada pengurus dan anggota karang taruna Karya Remaja. Kalian keren. Tanpa kalian semua, nama Sumbertani tidak akan dibincangkan di sana-sini. Juga seluruh warga Dusun Sumbertani yang banyak membantu, juga para pamong. Sungguh, saya ucapkan terimakasih sanget. I LOVE YOU FULL.

Kopdar dengan Blogger

Istilah itu tidak pernah tebersit sedikit pun di kepala saya. Entah kenapa bisa begitu. Baru kali ini saya ngeblog dengan cuek. Ternyata kecuekan saya itu membuat saya kenal bebeberapa teman blogger, yang membuat saya mengikuti blognya atau sebaliknya. Padahal sebelumnya, blog saya tidak pernah ada yang mengikuti. Komentar pun juga tidak. Dan anehnya, di blog ini, ketika saya cuek dan tidak peduli dengan domain, blog saya ada yang berkomentar dan mengikutinya. 

Kok bisa? Saya pun tidak bisa menjelaskan hal itu. Jelasnya, saya berniat cuek. Kecuekan itu jelas dari judul blog ini: Celoteh Akhmad Fatoni atau saya menyebutnya  CAF, mengikuti pola rekan blogger yang mengunakan pola sama persis. Terimakasih telah memberi inspirasi. 

Kembali lagi soal Kopdar. Saya tidak tebersit sedikit pun, tentunya, jika di antara teman-teman blogger saya yang tinggal satu kota. Marilah kita kopdar. Emang Mas tinggal di mana? Saya tinggal di Mojokerto. Ya, setidaknya saya bisa kopdar dengan rekan Sidoarjo dan Surabaya. Tentunya, saya ingin merasakan nuansa bertemu, bercakap, dan berbagi dengan rekan blogger. Ah, bagaimanakah rasanya? 

Salah Sijine Werno Nak Dunyo

Abang, biru, lampune disko. Nek iki ora abang, yo ora biru, tapi yen pancen ngunu. Ora mung guru sing koyok ngunu, kabeh pegawe sing melu lembaga e negoro yo duweni nasib sing podo. Iki kok isok koyok ngunu? Yo embuh, iki sopo sing kudu isok njelasno. Sing jelas onok sing wes nulisno, salah sijine Listiyono Santoso. Nulis e yo nang koran sing podo. Cuman tulisan e iko nyoal dosen mroyek iku ora opo-opo. Yen durung moco, isok moco nak blog pribadine. 
Kiro-kiro nek nak negoro iki tetep onok wong sing pingin ngajar, perkoro koyok ngene ora dadi kekawatiran. Ilmu tetep ejek isok disalurno. Yen ora ono, tur kabeh kalah ambek weteng. Iku sing bakal soro. Tenan soro. 
Coba ayo dipikir. Kabeh sarjana milih urip sing ora rekoso, khususe sing lulusan pendidikan. Kabeh mikir masa depan, mikir bayaran gede. Digawe sangu sesuk emben yen pengen rabi. Nek ditarik maneh, pengen urip sing layak. Isok nyukupi kebutuhan urip. Terus nek iki kedadean, buku isok ditinggalno. Kabeh ora doyan moco. Wes ora dianggep maneh dawuh “Iqro”. Senajan, “Iqro” iku mung ora teks tok, tapi nek teks ora kewoco piye ati isok moco sing nonteks. Yo mugo-mugo wae, ojok sampek kedadenan ngunu. 
Saiki, piye carane isok podo roto. Sing guru bayarane mung semunu. Yo ojok disemoni, nek mung ngekei ilmu ribet karo proyekan e nak njobo. Nek diribetno, yo iku keliru. Keliru, lapo kok ora dikei gaji podo ambek buruh pabrik opo pegawe kantoran. Wes talah, iki ancen salah sijine werno. Ojok dipermasalahno, mung ayo podo dipikir lan diresapi. Ben isok dadi wewanti lan pengeleng. Ojok podo nyalahno, nyalahno iku gampang, tapi nek diwalek, opo kuwi isok mbenerno sampek bayaran e podo? Jelas kowe modar nek dipasrahi ngunu. Lah, terus mosok yo meneng wae. Yo ogak. Ngene, ayo podo ngelakoni perubahan sing awak dewe mampu. Senajan cilik, iku luwih becik ketimbang dirimu mung nyalahno tok. Piye, sepakat? Nek wes sepakat, ayo ndang disruput kopine, udud e ndang disumet. Maknyus toh?

Memotret, Kesukaan yang Sulit Ditinggalkan

Beberapa waktu lalu, saya sudah berniat meninggalkan dunia fotografi profesional. Saya hanya ingin menjadi fotografer amatir, namun jalan hidup berkehendak lain. 

Akhirnya, ada saja yang meminta saya untuk mengabadikan momen-momen indah dalam hidup mereka. Lah, ini salah satu momen yang saya abadikan beberapa waktu lalu:

Setelah acara prosesi selesai. Keisengan saya muncul. Dan konsep iseng pun saya jalankan. Jadinya, seperti ini deh. 😀

Yah, itulah kegilaan yang selalu saja hadir dalam jalan hidup saya. Memang, hidup biar menarik itu perlu hal-hal gila. So, jangan pernah takut melakukan hal-hal lain dalam hidupmu. Mari berekspresi. 

Berawal dari Suka

Dulu, sewaktu masih kecil cita-cita saya menjadi musisi. Terutama sebagai gitaris. Saya masih ingat betul kali pertama pengen beli gitar. Bagaimana saya harus merengek ke orangtua agar dibelikan alat musik. 

Namun, anehnya sampai saat ini saya tidak bisa memainkan alat musik itu. Sampai saat ini, saya sudah beli gitar sampai tiga kali. Gitar pertama, tidak diketahui rimbanya. Gitar kedua, ada di gudang rumah kakak. Dan yang ketiga, sampai sekarang masih bisa dipakai. Tentunya bukan saya yang memainkannya, tetapi teman-teman saya. 

Entahlah, ini sesuatu yang aneh. Sampai akhirnya saya sejak beberapa tahun lalu masuk ke dunia baru, berjualan alat musik. Mulai dari stik drum, gitar akustik, gitar elektrik, dan asesoris gitar lainnya. Dan beberapa waktu lalu, takdir mempertemukan saya dengan rekan bisnis baru, pengerajin drum band. Jadi, ketika saya pikir apa yang saya lakukan saat ini berawal dari suka. 

Tentunya, ini adalah koleksi barang-barang dagangan itu. Terkadang saya pakai sendiri, eh, kelompok yang saya kelolah maksudnya. Sebab saya tidak bisa memainkan alat musik. Dan lucunya, tiap kali saya jualan, para pembeli tidak percaya kalau saya tidak bisa bermain gitar. Hehehe…ya sudah, itu hak mereka tidak memercayainya. Toh, bagi saya barang terjual dan pelanggan puas,  itu sudah merupakan pelayanan yang harus saya berikan. 

 Sebagai wujud visual, berikut gambar-gambarnya:

Gitar Elektrik Body Ori
Gitar Elektrik body ori
Gitar akustik plus equaliser
Model equaliser gitar akustik
Gitar akustik tanpa equaliser
Gitar akustik cocok buat pemula
Gitar akustik bisa menyesuaikan kantong pelajar
Gitar akustik yang nyentrik
Variasi stik, mulai stik drum, balera, hingga drum band.
Balera
Alat musik drum band: orgen, senar drum, tom, bas drum.

Entahlah, kesukaan dengan musik membuat saya gila. Namun sayangnya, cita-cita saya menjadi musisi kandas, malah yang tidak diharapkan tergapai: pengusaha alat musik. Hidup itu absurd. Kadang sesuai yang dikejar, tidak kunjung tertangkap. Sedangkan yang tidak disangka-duga, malah mendekat. Namun, setidaknya sekarang sudah bisa memetik gitar, mengalunkan organ, dan menarikan stik di alat perkusi, meskipun belum mahir. Semua itu harus disyukuri. Bukan begitu?

Festival Puisi Bangkalan 2

UNDANGAN KARYA PUISI

FESTIVAL PUISI BANGKALAN 2

Festival Puisi Bangkalan 2 akan kembali digelar pada April 2017 mendatang. Acara bertajuk “Lebih Baik Putih Tulang daripada Putih Mata” yang memiliki arti “lebih baik mati daripada menanggung malu” tak lain merupakan salah satu peribahasa yang juga menjadi dasar prinsip orang-orang Madura dalam menjunjung tinggi harga diri, khususnya kota Bangkalan, terkait dengan peristiwa bersejarah kematian Ké’ Lésap dan asal-usul lahirnya kota Bangkalan. Dari beberapa sumber data, salah satu versi asal-usul kota Bangkalan bermula dari  matinya Ké’ Lésap, Bhângkah la’an yang berarti Sudah Mati. Kematian Ké’ Lésap memiliki kontroversi bagi berbagai kalangan. Bagi sebagian kalangan Ké’ Lésap dianggap sebagai pemberontak karena ia berusaha menguasai Madura, namun bagi kalangan yang lain Ké’ Lésap dianggap sebagai pahlawan karena perjuangannya melawan penjajahan kolonial Belanda yang pada saat itu juga memegang otoritas kebijakan pemerintahan. Sebelum kematiannya Ké’ Lésap pernah berkata bahwa “Lebih Baik Putih Tulang daripada Putih Mata” (lebih baik mati daripada menanggung malu).
Festival Puisi Bangkalan 2  merupakan agenda Komunitas Masyarakat Lumpur berupa berbagai macam pameran dan pertunjukan puisi seperti: dramatisasi puisi, musikalisasi puisi, pantomime puisi, instalasi puisi, diskusi puisi, orasi puisi, pigura puisi, kaos puisi, banner puisi, pameran buku puisi, bedah buku puisi, dsb. Adapun  UNDANGAN KARYA PENYAIR DALAM NEGERI/ LUAR NEGERI untuk bergabung dalam antologi puisi bersama “Lebih Baik Putih Tulang daripada Putih Mata”. Berikut persyaratan pengiriman puisi:
P E R S Y A R A T A N   U M U M:
1. Terbuka untuk umum, segala usia, WNI/WNA, berdomisili di mana saja.

2. Para penyair dipersilakan mengirim sebanyak 3  puisi, beserta foto dan biodata terbaru, alamat, e-mail, dan nomor telepon untuk memudahkan komunikasi.

3. Tema Bebas.

4. Foto, biodata, alamat lengkap, no telepon/ HP, email, ditulis dalam lembar terpisah. 

5. Puisi harus karya terbaru tahun 2016 – 2017 dan belum pernah dimuat dalam media sosial/ massa mana pun.

6. Puisi diketik rapi di Ms. word 2003-2007, ukuran A4, spasi 1.5, font Times New Roman size 12 pt.

7. Silakan kirim karya terbaik Anda, ke email: festivalpuisibangkalan@gmail.com, mulai Desember 2016 dan paling lambat sudah harus diterima pada 20 Februari 2017. 
K E T E N T U A N   L A I N – L A I N:

1. Puisi-puisi yang masuk akan diseleksi oleh tim kurator/ editor yang ditunjuk.

2. Mengingat penerbitan buku ini tidak untuk keperluan komersial, para penyair yang karyanya dimuat, tidak memperoleh honorarium/ royalti.

3. Setiap penyair yang karyanya terpilih dan dimuat akan mendapat 1 (satu) eksemplar.
CONTACT PERSON

087705726702 (Muzammil Frasdia)

087850923328 (Agus A Kusuma)⁠⁠⁠⁠