Tidak Semua Keinginan Bisa Terkabul

image

Dua hari yang lalu, saya menulis semua keinginan yang harus saya capai dalam bulan Ramadan, yakni salat Tarawih penuh selama sebulan dan khatam Quran. Aih, ternyata di hari ketiga badan ini tiba-tiba meriang. Sebenarnya saya ingin memaksakan diri untuk berangkat ke musalah, tapi niat itu saya urungkan karena takut nanti malah drop. Jika drop, besok tidak bisa puasa dan menepati janji kepada seorang penulis favorit saya untuk datang ke acara.

Tentu saya harus bisa memprioritaskan sebuah pilihan. Akhirnya pilihan itu yakni malam ini saya tidak ikut Tarawih. Otomatis satu keinginan saya pupus dan saya juga tidak salat Tarawih sendiri di rumah. Saya ingin benar-benar mengistirahatkan tubuh.

Memang beberapa hari ini cuaca sedang tidak menentu. Siang hari udara begitu terik dan malamnya angin berhembus begitu menyayat hingga ke tulang-tulang. Apalagi beberapa hari ini saya pulang ke rumah ibu, biasanya saya tinggal di rumah kakak, yang airnya sangat dingin. Lah, saya tidak tahan dingin. Pas habis Jumatan tadi, tiba-tiba ada suhu aneh dalam tubuh ini. Aih, badan meriang. Namun saya masih berusaha menyempatkan diri ke KAJ (KAJ ini sebuah komunitas yang saya bentuk sejak 2007, mulanya hanya konsen pada kepenulisan dan sekarang mulai bekerjasama dengan beberapa rekan hingga sekarang ada aktivitas teater, melukis, dan menari.), tadi jadwalnya ada kelas menari. Ya, jika ingin belajar menari, bisa gabung dengan kami.

Sepulang dari KAJ, pulang ke rumah kakak yang kebetulan berdekatan, badan ini kok terasa makin meriang. Yah, takut drop akhirnya ya memilih istirahat saja di rumah. Semoga agenda besar, puasa dan menepati janji, bisa berjalan lancar.

Sedikit menyinggung soal penulis favorit saya itu, besok ia jadi pembicara di sebuah diskusi buku cerpen di salah satu kedai di Surabaya. Kedai Kreasi. Sebelumnya saya sudah mendengar nama kedai itu, Fileski dan beberapa teman pernah membuat acara di sana sebelum puasa. Kalau dilihat dari dokumentasi kegiatan, nampaknya tempatnya menarik. Dan katanya acaranya besok itu gratis dan dapat diskon khusus untuk buku yang dibedah. Ya, jika besok luang silakan datang. Acaranya mulai pukul 15.00-17.30. Katanya sih tempat Kedai Kreasi itu di Ketintang Selatan, tapi saya juga tidak tahu di sebelah mana. Ah, besok sajalah dicari.

Omong-omong soal penulis favorit saya itu, tulisannya keren banget loh. Saya sudah mengoleksi lima bukunya, 2 novel dan 3 cerpen. Awal saya terpikat yakni melalui novel Garis Perempuan. Sudah tahu siapa pengarang yang saya maksud? Ya, betul sekali. Namanya Sanie B. Kuncoro, orang Solo. Yah, jika kalian suka membaca, saya merekomendasikan untuk membaca karya-karyanya Mbak Sanie. Konon, besok saya dibawakan bukunya yang berjudul Kekasih Gelap. Tentu beserta tandatangannya.

Ya, buku yang ada tandatangan dari penulisnya itu bisa jadi gairah tersendiri. Makanya kalau saya dimintai tandatangan tidak pernah menolak. Hehehe…dan besok saya juga mau memberi Mbak Sanie buku puisi, Tembang Dolanan. Buku puisi saya yang baru diluncurkan 31 Mei 2015 lalu. Ya, jika kamu mau mengoleksi buku saya, silakan komen saja di postingan ini atau kita bisa bertemu besok di Kedai Kreasi. Dan sebelum saya menutup tulisan ini, semoga badan saya fit dan besok bisa menuai rindu dengan Mbak Sanie, penulis favorit saya itu. Amin.

Selain itu, seperti yang saya sebut di awal tulisan ini, tidak semua apa yang kita inginkan terealisasi. Namun, jangan sedih dan larut dalam emosi. Mari diambil hikmahnya. Segala sesuatu itu akan memberi manfaat bagi orang-orang yang memikirkannya. Selamat berpikir.
***

@akhmadfatoni1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s