Bertemu Penulis Favorit di Sebuah Acara Bedah Buku

IMG_0184 (FILEminimizer)
Buku-buku pemberian dari penulis favorit saya itu. Sungguh, beliau selain tulisannya bagus, baik hati, dan dermawan pula. Semoga rejeki beliau selalu lancar.

Beberapa hari yang lalu, saya dikabari penulis favorit saya mau berkunjung ke Surabaya untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara bedah buku. Tentu itu kabar yang membahagiakan. Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengiyakan bisa datang ke acara itu. Ya, kerinduan itu sudah menumpuk dan ingin bertemu penulis favorit saya itu. Saya terakhir bertemu beliau tahun 2013 lalu. Hal itu bisa terekam karena tandatangan penulis favorit saya itu di buku (jangan menganggap saya bisa mengingat segala hal dengan baik).

Wah, kamu penasaran siapa penulis favoris saya itu? Ia orang Solo, namanya Sanie B. Kuncoro. Kamu pernah membaca tulisannya? Jika belum pernah, saya menyarankan agar segera memburu buku-bukunya. Sebab sejak kali pertama saya membaca karya Mbak Sanie itu langsung terpikat. Karya pertama yang saya baca itu yakni novel yang berjudul Garis Perempuan.

Dan hal yang membahagiakan yakni saya diberi empat buku sama Mbak Sanie, sebenarnya lima karena saya sudah punya buku tersebut, ya akhirnya buku tersebut saya berikan pada Ivandinata RH. Teman yang cerpennya juga bagus, maka saya merekomendasikan untuk dia. Oh iya, saya berangkat ke sana bersama Ivandinata RH dan Nur Miftahus. Lah, kalau Miftah ini lebih suka menulis puisi seperti saya.

Ivandinata RH sedang serius membaca karya Mbak Sanie
Ivandinata RH sedang serius membaca karya Mbak Sanie “Kekasih Gelap”. Jangan-jangan ia punya kekasih gelap. hehehe

Bedah Buku di Kedai Kreasi

Acara yang dihadiri Mbak Sanie itu yakni bedah buku cerpen Travel n Love. Mbak Sani menjadi pembicara dengan Mbak Vika, yang tahun 2014 lalu cerpennya masuk dalam cerpen pilihan kompas. Aih keren banget ya? Tapi maaf ya Mbak Vika, saya belum pernah membaca tulisan sampean. So, acara itu diselenggarakan di Kedai Kreasi yang digagas oleh Mbak Wina Bojonegoro dan Mas Sol. Tempatnya asik dan unik. Ada buku-buku menghiasi tempat itu. Keren abis pokoknya. Jika kamu di Surabaya, nampaknya harus mampir ke sana deh. Dan bila kamu ingin mengadakan acara bedah buku atau yang lainnya juga boleh. Kata Mbak Wina ada paket hemat hanya dengan Rp300.000 untuk 20 orang. Dapat makan dan minum. Lah, kalau lebih detailnya mending kamu cari di facebook dengan ketik “Kedai Kreasi”.

Buku-buku nampak manis.
Buku-buku nampak manis.

Kembali pada acara. Acara itu dibuka dengan pembacaan cerpen. Bacanya asik dan cantik pula yang membaca. hehehe…Sudah cantik, keren pula bacanya. Saat membaca cerpen ia diiringi suara piano yang mengalun begitu syahdu. Pas deh. Rasanya kamu teraduk-aduk.

IMG_0127 (FILEminimizer)
Miss Aceh membacakan cerpen dalam pembukaan acara.

Seusai pembacaan cerpen, barulah acara diskusi dimulai. Acara tersebut dimoderori oleh Mbak Heti Palestina. Namun yang agak lucu yakni tajuknya bedah buku, kok malah pembicara diarahkan oleh moderator hanya pada berbagi proses kreatif dari kedua pembicara. Loh kan? Ndak tahulah, saya sih asik saja. Apalagi yang menjadi pembicara adalah penulis favorit saya.

IMG_0164 (FILEminimizer)
Dari Kiri: Sanie B. Kuncoro, Vika, Heti Palestina

Acara rehat sejenak setelah Adan Magrib dikumandangkan. Dan acara dimulai lagi dengan pembacaan cerpen lagi. Namun kali ini dari Rakhmad Giryadi, yang kerap saya panggil Lek Gir. Setelah Lek Gir baca cerpen diskusi dilanjutkan lagi sampai kira-kira pukul 19.30 wib. Baru setelah itu sesi santai.

Pada sesi inilah saya bisa lebih banyak ngobrol dengan Mbak Sanie dan Mbak Indah Darmawastuti (teman Mbak Sanie dari Solo, aktif di Komunitas Sastra Pawon). Cerita ngalor-ngidul mulai dari tulisan Mbak Indah sampai aktivitas yang diadakan oleh Komunitas Sastra Pawon. Salah satunya yakni Festival Sastra Solo. Kamu pernah dengar? Acaranya keren banget pokoknya, sayang waktu itu saya tidak bisa datang karena pas di Bandung. Sedih deh. Selain itu Mbak Sanie dan Mbak Indah juga menyarankan kalau kita harus main-main ke Solo. Katanya mau dikenalkan kepada Mas Kabut, panggilan untuk Mas Bandung Mawardi. Wah keren ini. Apalagi katanya Mas Kabut sering menerima orang-orang di rumahnya, ya semacam residensi begitu. Apalagi katanya rumahnya besar dan banyak buku di sana. Wah, jadi ndak sabar ingin bermain ke sana dan belajar kepada Mas Kabut. Saya akhirnya ngobrol tentang rencana itu dengan Ivan dan Miftah. Dan mereka mengiyakan ide berkunjung ke sana. Rencananya waktu liburan hari raya. Ya, semoga bisa terealisasi.

Tepat pukul sembilan malam, saya pamit undur kepada Mbak Sanie, tapi kita tidak pulang masih mau mencari cilok di daerah Masjid Agung Surabaya. Kita di sana ngobrol sampai jam setengah 12 malam. Teman-teman masih mau tinggal di Surabaya. Ivan masih mau menziarahi kenangan katanya. Maklum ia pernah punya kisah kasih di kota pahlawan ini. Dan aku memutuskan pulang. Jarak Surabaya ke Mojokerto tidak terlalu jauh, cukup ditempuh dengan satu jam perjalanan. Berhubung kala itu malam hari, jalanan sepi. 45 menit saya sampai di rumah.

Seperti biasanya, saya selalu tidak sabar untuk membaca karya-karya Mbak Sanie. Meski badan ini terasa capek, tetap saja ingin melahap Kekasih Gelap karya Mbak Sanie itu. Dus. Saya seperti diombang-ambingkan ceritanya. Saya merasakan betul, seandainya saya jadi Puan pasti juga bingung harus memilih dua orang yang sama-sama dicintai. Eit, jangan berkomentar dulu sebelum membacanya. So, kamu baca dulu baru nanti komentar tentang si Puan. Jika sudah baca pasti kamu bisa mengerti posisi Puan. Kamu harus baca pokoknya. Keren abis. Apalagi kisah si Senja yang menjadi kekasih gelap. Aih, cekit-cekit kawan. hehehe…jangan sampailah saya menjadi atau punya kekasih gelap.

Selebihnya, tentu sesi narsis dong. Ini foto-foto narsis bareng penulis favorit saya itu. Dan juga foto selama acara.***

Foto-foto acara:

IMG_0172 (FILEminimizer)
Ciye saya bisa foto bareng sama Mbak Sanie B. Kuncoro.
Dari Kiri: Mbak Sanie B. Kuncoro, Akhmad Fatoni, Indah
Dari Kiri: Mbak Sanie B. Kuncoro, Akhmad Fatoni, Indah “Pawon”. Sayang topi saya terpotong, tak apalah. hehehe
Mbak Indah ini esai-esainya bagus. Saya sering membacanya di Ruang Putih Jawa Pos, biasanya tentang tari.
Mbak Indah ini esai-esainya bagus. Saya sering membacanya di Ruang Putih Jawa Pos, biasanya tentang tari.
IMG_0169 (FILEminimizer)
Mbak Sanie B. Kuncoro menandatangi bukunya “Kekasih Gelap” yang mau diberikan kepada saya.
IMG_0174 (FILEminimizer)
Ivandinata RH (penulis muda berbakat) dan Sanie B. Kuncoro (penulis favorit saya tentunya, hehehe)
Nur Miftahus (penyair yang baca puisinya sangat keren) dan Mbak Sanie B. Kuncoro.
Nur Miftahus (penyair yang baca puisinya sangat keren) dan Mbak Sanie B. Kuncoro.
Kalau yang di dalam badan tulisan tadi si Mbak Cantik ini menunduk, kalau foto ini lebih nampak jelas fotonya. Selamat memandang.
Kalau yang di dalam badan tulisan tadi si Mbak Cantik ini menunduk, kalau foto ini lebih nampak jelas fotonya. Selamat memandang.
Ini Mbak yang jago main piano.
Ini Mbak yang jago main piano.
Ini Lek Rakhmad Giryadi, wakil presiden penyair Jawa Timur yang juga cerpenis dan teaterawan.
Ini Lek Rakhmad Giryadi, wakil presiden penyair Jawa Timur yang juga cerpenis dan teaterawan.
Nampak depan saat Mbak Cantik baca cerpen.
Nampak depan saat Mbak Cantik baca cerpen.
Ivandinata RH terlarut saat Mbak Cantik membacakan cerpen, ndak tahu larut mendengarkan cerita atau larut memandang kecantikannya. hehehe
Ivandinata RH terlarut saat Mbak Cantik membacakan cerpen, ndak tahu larut mendengarkan cerita atau larut memandang kecantikannya. hehehe
Mbak Sanie sedang antusias menjawab arahan dari moderator yang cantik, Heti Palestina.
Mbak Sanie sedang antusias menjawab arahan dari moderator yang cantik, Heti Palestina.
Mas Sol, yang cerpennya termuat di buku Travel n Love dan juga pemilik Kedai Kreasi.
Mas Sol, yang cerpennya termuat di buku Travel n Love dan juga pemilik Kedai Kreasi.
Mbak Sanie jumpa fans, cewek berkerudung itu sama sepertiku datang jauh-jauh dari Madura untuk ketemu beliau dan meminta tandatangan, juga foto bersama tentunya.
Mbak Sanie jumpa fans, cewek berkerudung itu sama sepertiku datang jauh-jauh dari Madura untuk ketemu beliau dan meminta tandatangan, juga foto bersama tentunya.
Mas Ricardo Marbun, yang cerpennya masuk di buku Travel n Love.
Mas Ricardo Marbun, yang cerpennya masuk di buku Travel n Love.
Mbak Sanie sedang semangat ngobrol. Duh, antusiasnya.
Mbak Sanie sedang semangat ngobrol. Duh, antusiasnya.
Lah, nampak banget Mbak Indah ini sibuk dokumentasi. Nampaknya kemarin itu Mbak Indah diboking Mbak Sanie jadi juru potretnya. hehehe...pisss Mbak Indah.
Lah, nampak banget Mbak Indah ini sibuk dokumentasi. Nampaknya kemarin itu Mbak Indah diboking Mbak Sanie jadi juru potretnya. hehehe…pisss Mbak Indah.
Iklan

6 thoughts on “Bertemu Penulis Favorit di Sebuah Acara Bedah Buku

  1. senang membaca tulisan ini Fatoni…
    semoga agendamu ke Solo itu lekas direalisasi yach…
    btw, aku memang suka motret-2 kok. hahaha… tanpa diminta Mb sanie pun aku tetap memotret. 🙂 salam pembelajar..

    Suka

  2. Yang lupa itu mas Ricardo Marbun. Makasih kritiknya soal ga bahas Travel and Love. Sengaja ga usah bicara bukunya secara langsung krn sudah sempet dibahas mbak Wina dengan dua penulisnya, waktunya kurang, mepet maghrib. Kikikik akehe alesane. Oiya, aku cantik langsung karena ditulis begitu di teksnya sebelumnya ga begitu. Hahaha sulapan

    Suka

    1. Hehehe….iya Mas Ricardo, ow lengkapnya Ricardo Marbun to. Aduh, dikatakan mengkritik deh, padahal sebener e itu keduwel e Mbak Sanie sama Mbak Indah n Mas Ricardo, aku dengerin saja. Eh, ndak tahu pas nulis ini kok mecungul.

      Maksudnya sebelumnya nggak begitu? Oh, sebelumnya tampan? Hehehehe….pisss

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s