Masuknya Gampang, Keluarnya Susah

Setidaknya pensilku (semangatku) harus kuperpesar seperti gambar yang aku temukan di internet dan aku gunakan menjadi ilustrasi dalam tulisan ini. Jika tidak begitu, maka harus bingung mencari biaya kuliah lagi. Semoga saja semua persyaratan sudah beres sebelum tenggat waktu.
Setidaknya pensilku (semangatku) harus kuperpesar seperti gambar yang aku temukan di internet dan aku gunakan menjadi ilustrasi dalam tulisan ini. Jika tidak begitu, maka harus bingung mencari biaya kuliah lagi. Semoga saja semua persyaratan sudah beres sebelum tenggat waktu.

Semester ini, ganjil, aku genap semester empat? Loh kok bisa? Begini, aku terdaftar sebagai mahasiswa Magister kajian sastra dan budaya, FIB, Unair, pada semester genap, sehingga di semester ini aku baru semester empat. Kalau mahasiswa yang masuknya semester ganjil ya sudah molor satu semester alis semester lima.

Lanjutkan membaca Masuknya Gampang, Keluarnya Susah

Perempuan Cerita

Sekali lagi, aku bertemu dengan Perempuan Cerita di perpustakaan. Apakah ia akan menjadi nonfiksi dalam hidupku atau menjadi fiksi (imajinasi) saja dalam hidupku? Entahlah, semoga pertemuan besok membawa kabar indah.
Sekali lagi, aku bertemu dengan Perempuan Cerita di perpustakaan. Apakah ia akan menjadi nonfiksi dalam hidupku atau menjadi fiksi (imajinasi) saja dalam hidupku? Entahlah, semoga pertemuan besok membawa kabar indah.

Pada dua kali tulisan sebelumnya, aku (biasanya pada tulisan sebelumnya lebih sering menggunakan kata ganti saya, namun sekarang mencoba dengan kata ganti aku) sudah menyebut tentang Perempuan Cerita. Dan memang begitulah, ia akan selalu muncul dan menghiasi CAF. Tentu hal itu juga merupakan usaha saya untuk melawan lupa dan mengekalkan peristiwa.

Lanjutkan membaca Perempuan Cerita

Dini Hari

Kursi Senja, begitulah teman-teman sanggar menamai kursi itu. Dan kerap kali kita saling berebut duduk di sana tatkala senja tiba. Tentu harapan saya, suatu ketika perempuan cerita mau menemani saya duduk di kursi itu menikmati senja dan menunggu malam tiba, waktu paling seksi.
Kursi Senja, begitulah teman-teman sanggar menamai kursi itu. Dan kerap kali kita saling berebut duduk di sana tatkala senja tiba. Tentu harapan saya, suatu ketika perempuan cerita mau menemani saya duduk di kursi itu menikmati senja dan menunggu malam tiba, waktu paling seksi.

Malam merupakan waktu yang paling saya sukai. Entah kenapa rasanya jika diminta untuk memilih waktu untuk beraktivitas, maka jawaban saya pasti malam. Ya, rasanya segala energi bisa sangat maksimal ketika malam hari. Walaupun saya juga tidak menolak untuk beraktivitas di siang hari.

Jadi, bisa ditebak jalan tulisan ini selanjutnya kan? Benar. Saya kerap kali terjaga di malam hari. Lantas aktivitas apa yang saya kerjakan di malam hari? Banyak. Utamanya yakni menulis. Namun kadang saya juga melakukan hal-hal lain seperti belajar memetik gitar (aktivitas yang sedari dulu tidak pernah mampu saya kuasai), mengedit foto, membuat video, membaca, atau menelpon.

Lanjutkan membaca Dini Hari

Perpustakaan Cerita

image

Rasanya lama tidak menulis di CAF. Semoga sobat CAF tidak jengah menanti. Pada tulisan kali ini, saya mau menulis sebuah cerita baru dalam bait-bait yang merangkai cerita (yang mungkin akan menjadi topik dalam CAF ke depan) tentang sebuah perjalanan baru.

Lanjutkan membaca Perpustakaan Cerita