Rencana Gagal

Bagaimana responmu bila kamu mendengar atau mengalami suatu kegagalan? Lantas, apa yang kamu lakukan selanjutnya?

Oke, sobat CAF di mana pun berada. Kali ini, aku ingin mengulas soal RENCANA (YANG) GAGAL. Begini, beberapa bulan lalu, aku punya rencana membuka sebuah cafe. Banyak hal sudah aku lakukan, mulai dari survey lokasi, perhitungan sarana dan prasarana, daftar pekerja, hingga keunggulan cafe yang ingin kubuka.

image
Kegagalan bukan berarti membuat kita murung, tapi mari tetap tersenyum. Manis 'kan senyumku? Hehehe... Mari tersenyum agar semua menjadi lebih baik.

Rencana cafe itu akan direalisasikan bulan Desember ini. Begitulah kata donaturnya. Sebab usaha ini, aku hanya sebagai pengelolah. Bagi hasil. Namun tatkala aku menghubungi donaturnya, nampaknya masih abu-abu. Padahal kali pertama ketika aku menyodorkan konsep, si donatur bilang setuju dan mengatakan konsepku bagus. Memang sih, donatur tidak bilang “tidak jadi”, tapi dari komunikasi dan jalannya persiapan hingga mendekati bulan Desember terlihat tenang-tenang saja. Daripada aku berharap pada sesuatu yang masih abu-abu, maka aku mengganggap itu RENCANA GAGAL.

Lantas apa yang aku lakukan ketika rencana yang sudah disiapkan gagal? Ya, aku menyimpan semua konsep itu rapi-rapi. Suatu ketika nanti akan direalisasi bila sudah punya dana berlebih.

Lah, setelah kegagalan itu (walau sebenarnya belum 100% gagal), aku langsung bergerak cepat. Beralih pada rencana lain. Apa rencana itu? Rencana itu ada rencana kecil dan besar.

Rencana kecilnya, yakni di awal tahun nanti aku mau menerbitkan kumpulan cerpen. Berisi 10 cerpen. Setiap cerpen, direspon oleh seorang perupa, Eko Sofii, dengan gambar-gambarnya. Jadi, dalam buku itu selain 10 ceritaku, juga akan ada 10 gambar sebagai bentuk visual (versi lain) dari kacamata seorang perupa dalam memaknai cerita yang kutulis. Buku ini, nanti akan aku luncurkan pas di hari ulang tahun. Tanggal 29 Pebruari 2016. Tanggal yang hanya muncul empat tahun sekali. Buku itu, sebagai wujud syukur di hari spesial tersebut. Berapa harganya? Ah, memangnya mau beli kok tanya harga? Ya, jika nanti ingin membaca bisa langsung pesan ke aku (bonus tanda tangan) atau langsung mencari di toko buku kesayanganmu.

image
Salah satu kegilaanku yakni menulis. Jadi, jika semua yang aku lakukan tidak terealisasi, maka aku akan tetap menulis. Dan cerpen ini nanti adalah buku keempatku.

Rencana besarnya, yakni membuka perpustakaan umum. Ya, koleksi bukuku yang berjibun di rumah ingin aku buka untuk umum. Aku memilih membuka di rumah. Dusun kecil yang jauh dari keramaian. Mengapa? Sebab aku berpikir justru tempat seperti ini, desa, yang membutuhkan gerakan semacam ini. Tentu ini sebagai wujud dedikasiku pada kampung halaman. Kapan rencananya dibuka? Wah, ini aku belum tahu. Sebab buku-bukuku tidak berada di rumah, namun di kota kecamatan tempat biasanya aku beraktivitas. Buku-buku itu, aku titipkan di rumah kakakku. Jadi perlu memindahkan ratusan buku itu terlebih dahulu. Membuat katalog dan hal-hal lain yang harus dipersiapkan kalau mau buka perpustakaan.

image
Jika bisa dan punya uang berlebih, maka akan kutata buku-buku itu seperti gambar ini.

Terus jika nanti RENCANA GAGAL itu tiba-tiba terealisasi bagaimana? Ya dijalankan. Semua dijalankan. Mana bisa? Pasti bisa, selama ada niat, pasti ada jalan. Bila di awal sudah memasang kata tidak bisa, pasti yang muncul di otak hanya kata TIDAK BISA. Jadi, katakan BISA. Pasti jalan akan terbuka dengan sendirinya. Dan bila kamu kebetulan lewat, silakan mampir. Atau jika ingin menyumbangkan buku juga boleh. So, tahun baru, harus ada perubahan yang kita lakukan. Perubahan apa di tahun depan yang ingin kamu lakukan?*

#ayoberubah
#saveindonesia

Iklan

6 thoughts on “Rencana Gagal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s