Perpustakaan Umum RBAF

Beberapa hari ini, tidak banyak menulis di CAF. Namun aku tetap menulis, seperti puisi, esai, dan cerpen. Kekosongan tidak menulis di CAF lebih kuarahkan pada membaca postingan dari blog yang sudah kuikuti, seperti blog punya Ruri dan blog Sasakmocha yang puitis (kayaknya sih dia romantis), selain blognya Mbak Noni yang selalu membuka cakrawala traveling.

Usut punya usut, aku tidak menulis di CAF karena terlalu payah. Ngeblog akhirnya hanya aku gunakan untuk rekreasi. Energiku banyak terkuras untuk menyiapkan perpustakaan di rumah. Itulah sebabnya kenapa aku menyebutnya “Perpustakaan Umum RBAF”.

image
Buku-buku ini yang nanti mengisi rak Perpustakaan Umum RBAF. Ratusan buku inilah yang banyak menyita energiku. Mulai dari mendata buku, membuat kantong buku, rak buku, dan tetek-bengek lainnya yang harus kupersiapkan untuk sebuah perpustakaan.

Apa itu RBAF? Itu merupakan singkatan dari Rumah Budaya Akhmad Fatoni. Aku memberi nama itu, karena aku membangunnya di rumah. Rumah di sebuah dusun kecil yang jauh dari keramain dan tentunya warganya tidak suka membaca. Lantas siapa yang membaca? Justru itu tantangan tersendiri bagiku, sehingga aku harus bekerja ekstrakeras agar warga dusunku mau membaca.

Aku sudah sembilan tahun meninggalkan dusun ini (mencari ilmu dan berkesenian). Sampai akhirnya aku memutuskan untuk (kembali) pulang. Salah satu efek dari kepulanganku ya perpustakaan ini. Tidak hanya itu sih,  RBAF sudah punya program pasti. Program-program itu aku ciptakan sebagai wujud dedikasi akan kampung halaman dan negara tercinta ini.

RBAF dapat kujuran dana dari mana? Tidak ada. RBAF adalah gerakan independen dan militan. Semua murni dari kantong pribadi. Namun tidak menutup kemungkinan bagi yang mau berdonasi. Silakan.

Itulah, sebabnya aku mengerjakannya bertahap. Pelan tapi pasti. Serius tapi tidak amat ambisius, sehingga lupa diri dan gerakan menjadi tidak terkendali. Bertahan sebentar lalu mati. Tidak. Tidak seperti itu, RBAF merupakan gerakan mencetak generasi penerus bangsa berkualitas dengan program-program yang dicanangkan.

image
Selain menyiapkan Perpustakaan Umum RBAF, aku juga menyulap rumahku yang sederhana untuk dijadikan rumah budaya. Tentu semua elemen harus mendaptkan sentuhan.

Kamu harus datang nanti waktu peresmian RBAF. Peresmian dengan segala kesederhanaannya.

#ayoberubah
#saveindonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s