Malam Minggu

Hai kamu? Malam Minggu ke mana? Di rumah saja? Kok tidak apel. Ups, jomblo kok ngapel.

Okelah, lepas dari jomblo atau sudah pasangan. Malam Minggu tentu harus dinikmati dengan senang hati. Kalau aku tidak ke mana-mana. Di rumah saja. Sebenarnya ada rencana apel, tapi Perempuan Cerita sedang sibuk membantu ayahnya jualan. Kebetulan, malam ini seorang teman berkunjung ke rumah. Jadi, makin terasa nikmat punya teman diskusi.

Sore tadi, aku sudah menyalin surat ke buku kisah. Surat yang beberapa minggu lalu aku kirimkan ke Perempuan Cerita. Loh kok hapal? Tidak hapal, aku kebetulan memotret surat itu sebelum memberikan ke Perempuan Cerita. Ya, sebab aku sadar kalau tulisan itu penting dalam hidupku, karena aku sudah memutuskan menjadi penulis. Sesederhana apapun itu.

Buku itu, nanti yang menyatukan pikiran kita. Aku dan Perempuan Cerita. Kadang memang tidak semua hal bisa dibicarakan dan pada posisi itulah tulisan mendapatkan peran.

Setidaknya, aku berharap dari kisah yang kita torehkan bisa membuat kita saling mengenal lebih dalam. Lebih jauh. Meyakinkan kita apakah memang benar-benar bisa dilanjutkan ke hal yang lebih serius atau cukup disudahi karena banyak hal yang saling tidak cocok. Namun harapanku, kita saling mengisi kekurangan masing-masing. Tidak ada orang yang cocok 100% dengab kita bukan? Saudara yang notabene keluar dari rahim sama, masih memiliki perbedaan, apalagi orang lain. Semoga saja, aku dan dia akhirnya menjadi kita. *

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s