Cinta, Selalu Menarik untuk Ditulis

Teman saya, B. Sambudi, sejak memakai smartphone jadi sangat aktif menulis status tentang cinta. Ia menulis harapan dan keinginannya untuk merengkuh cinta. Ya, nampaknya ia ingin melepaskan gelar jomblo yang selama ini melekat dalam dirinya. Gelar yang menahun.

Akan tetapi, saya menangkap sesuatu yang beda. Tidak, ia sedang tidak ingin bercinta, ia sedang serius menulis. Ya, itu yang saya baca. Jika sampai akhirnya, ia jatuh hati tentu itu bonus yang tidak mungkin ia tolak. Sekali lagi, ia dalam kacamata saya ia sedang menjalankan strategi kepenulisannya.

Sambudi adalah seorang yang multitalenta. Ia bisa banyak hal, selain menulis ia juga seorang propertor. Kinerjanya dalam properti pertunjukan sangat mengejutkan. Salah satunya bisa Anda cek pada dokumentasi Teater Lirih (cek di facebook ada lamannya).

Saat itu, Teater Lirih sedang menggarap monolog naskah yang saya tulis dan pemerannya Adam Nur Muhammad. Kami pentas di STKIP PGRI Jombang. Katanya, Aku akan masuk dalam naskah bukan sebagai aktor, melainkan propertor.

Caranya untuk meneguhkan konsep itu, ia menerapkan ide Samuel Barclay Beckett, dramawan kelahiran Irlandis, 13 April 1906, yang dikenal dengan gagasan teater absurd. Saya pasrahkan sepenuhnya pada dia perihal properti pertunjukan dan hasilnya mengejutkan.

Salah satu totalitasnya, ia mematung selama 20 menit dengan mengenakan kain putih untuk menutupi wajah dan tubuhnya. Keringat membasahi seluruh tubuh. Sampai pada titik perubahan setting, ia bergerak dan mengubah set sesuai dengan plot. Sekali lagi, bentuk totalitasnya, Sambudi dengan tubuh yang beratnya hampir mencapai satu kuwintal itu dijatuhkan ke lantai tanpa ada perlawanan dengan daya gravitasi. Ya, ia benar-benar melemparkan tubuhnya tanpa tumpuan kaki atau tangan. Satu-satunya tumpuannya hanya tubuhnya yang tambun.

Potensi Sambudi tidak hanya itu, di kalangan kami (KAJ) ia seorang yang bisa menyulap sesuatu yang rusak bisa kembali digunakan. Dadang Ari Murtono pun berdecak kagum melihat potensi Sambudi. Ia pun bisa menaklukkan listrik (dalam hal ini sebagai mekanik) dengan tangan dinginnya, ia merakit lampu untuk pertunjukan kami.

Maka dari itu, perihal statusnya tentang cinta. Saya rasa Sambudi sedang mengasah kejeniusannya dalam menulis. Konon, selain menulis cerita dan puisi ia juga sedang menggarap babad tanah kelahirannya. Tentu, kita hanya tinggal menunggu waktu saja. Dan saya merekomendasikan Anda untuk membaca dan membeli bukunya. Sebentar lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s