Buku Kumpulan Cerita: Meja Nomor 8

Saya menyebut aktivitas menulis cerita sebagai merekam ingatan atau peristiwa. Maka dari itu, saya menulis pengantar dalam buku kumpulan cerita saya dengan: Mesin Penggempur Ingatan. Dan sebentar lagi, mesin itu akan mendatangi Anda.

Sekilas tentang cerita itu, saya akan mengutipkan cerita ini:

Costa selalu saja sepi, seperti kali ini dengan hanya satu, dua, tiga pengunjung saja. Selang beberapa detik suaranya yang pertama memecah keheningan di antara kami.

“Kamu tahu, kamu selalu saja cantik. Sebanyak apapun aku memandangmu rasanya sama saja.” Ia tersenyum, lalu diletakkannya cangkir kopi itu perlahan.

Diam-diam seorang waitress sepertinya mencuri dengar pembicaraan kami. Aku menghela napas panjang. Ia masih saja melanjutkan ucapannya.

“Apa kamu juga tahu seperti halnya saat yang lalu, aku masih saja terus mencintaimu.”

Aku terkesiap mendengarnya. Rasanya api amarah yang membara di hatiku seperti disiram air es. Bless. Sungguh, ingin rasanya aku beranjak dan menjatuhkan tubuhku di pelukannya. Namun, aku merasa tak pantas berada di dekapannya. Aku tak pantas menemani orang begitu baik, telaten, dan sesabar dia. Aku hanya seorang perempuan dengan emosi yang melepuh-lepuh. Perempuan yang selalu ingin menang sendiri. Dan aku tidak mungkin kembali dan menjinakkan emosiku yang semalam tumpah. Hari ini, aku ingin mengakhiri semuanya.

Beberapa menit kemudian pandangan tanya ditujukan padaku yang hendak beranjak pergi. Aku sudah tak bisa lagi bertahan lebih lama lagi. Dan ini jalan yang kupilih. Memilih untuk tidak dipilih.

Aku beranjak.
“Maaf aku harus pergi. Seseorang menunggu kedatanganku.” Aku mengatakannya tanpa sedikit pun menatap matanya. Aku tak ingin ia mengetahui kalau aku sedang berbohong. Berbohong sudah tidak mencintainya lagi.

Costa kembali senyap.

(Nukilan cerita Meja Nomor 8)

Salah satu resolusi saya di tahun 2016 yaitu menerbitkan tujuh buku. Buku kumpulan cerita Meja Nomot 8 inilah salah satu dari rencana tujuh buku saya di tahun ini. Buku ini sedang dalam proses naik cetak. Diterbitkan oleh Penerbit MNC Malang melalui jalur Serikat Buku Mojokerto.
Silakan dipesan untuk menemani Anda ngopi atau menunggu kekasih.

Saya tidak tahu, jam terbang penerbit yang menerbitkan cerita saya itu. Ada yang berbaik hati, menerbitkan cerita saya, ya langsung saya respon dengan baik pula. Semoga saja, buku itu nanti bisa mendapatkan nasib baik juga. Banyak dibeli dan dibaca orang. Semoga.

Ya, sekilas soal perwajahan buku saya sertakan pula sampul buku itu di akhir postingan ini.

image
Mohon jangan tanya berapa harga bukunya, sebab saya juga belum tahu. Pihak penerbit belum memberitahu buku itu akan dijual berapa. Tetapi, sejauh ini sudah ada yang memesan, walau hanya 2 eks. Semoga saja terus bertambah dan juga bisa hadir di toko buku kesayangan Anda.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s