Membangun Desa Melek Budaya dan Literasi

Sejak tiga bulan lalu, saya memutuskan pulang. Bergerak dan mengabdikan diri untuk desa tercinta. Kepulangan saya, tentunya selalu memiliki respon positif dan negatif.

Respon negatif tatkala melihat dandanan saya yang sekarang tidak rapi. Mulut-mulut mulai mengeluarkan maklumat warung kopi. Sesekali ada yang langsung menyindir. Namun, saya selalu memberikan senyum dan sesekali merespon dengan memberi guyonan.

Lanjutkan membaca “Membangun Desa Melek Budaya dan Literasi”

Iklan

Di Balik Punggung

Suara ayam menyudahi lelap semalam, membawaku pada sisa
kisah di pelipis mata. Hujan pun telah reda, namun dahaga masih
saja tersisa. Andai dua jarum jam
saling berkawan, mungkin aku
akan selalu mengecup sumber
airmu. Ah, ini hanya igauan pada
dingin yang tertinggal
dalam dekapan. Juga degub yang bertekuk lutut pada tatapan mata.
Lanjutkan membaca “Di Balik Punggung”