Liburan Panjang Sepanjang Ranjang

Sudah dua minggu, badanku lemes. Aku istirahat–yang bener-bener total cuma dua hari–dan memanjakan tubuh. Tiap sakit, aku selalu pijit. Sedari dulu, sakitku tidak pernah aneh, paling kecapekan. Makanya, aku selalu pijit, setelah itu beli jamu. Beberapa hari biasanya badan fit lagi.

Lah, ini sudah dua minggu kok badanku masih lemes ya? Kenapa? Perempuan Cerita juga sedang sibuk kerja dan menyelesaikan penelitiannya. Katanya ndak mau diganggu dan ingin fokus dulu, tidak ada komunikasi sebulan. Baru beberapa hari saja, aku sudah kangen nggak ketulungan. Pengen manja-manja, jadi nggak bisa. Duh.

Jadinya, cuma bisa tiduran aja di kamar. Sesekali bangun mencicil kerjaan. Badan lemes, tidur lagi. Dan di libur panjang ini, aku mau tidur aja. Sambil lihatin jadwal kerja yang meraung-raung di white board dan black job. Ah, ada apa dengan tubuhku atau aku kemarin salah melakukan proses pengobatan?

Jika ditilik dan diingat, pola pengobatanku beda. Kalau pijet tetap, tapi tidak beli jamu. Aku ke dokter. Kata dokter cuma kecapekan dan batuk. Awalnya hanya karena batuk. Obat pun aku minum dari dokter, tinggal dua kali minum tidak aku lanjutkan. Tidak ada efek. Aktivitas sudah meraung-raung. Jumat kemarin, aku pun harus kerja. Jadwal sudah tertata sejak sebulan lalu. Memoderatori acara bedah buku Dari Religiositas hingga Seksualitas dalam Bahasa, Sastra, dan Budaya: Bunga Rampai Sastra Bandingan. Acara digelar di Ruang Chairil Anwar, FIB, Universitas Airlangga Surabaya. Jadi, berangkatlah kerja. Kala itu, badan sudah nggak begitu lemes. Semua berjalan lancar.

Namun badanku belum benar-benar sembuh. Batuk dan flu masih betah dalam tubuh. Aku cuek saja, kok badan lemes, ya akhirnya tiduran saja. Aku mengurangi kerja di luar. Lebih banyak membaca buku saja untuk risetku. Tiga hari berlalu, batuk dan flu masih betah. Flu malah makin menjadi.

Aku jengkel, kemarin aktivitas luar aku jalani. Pagi, rapat ke Disporabudpar Kab. Mojokerto. Siang sampai rumah, desain acara untuk Disporabudpar beres. Tinggal membenahi sedikit. Magrib tiba, jadwal rapat dengan Dewan Kesenian Kab. Mojokerto sudah menanti. Rapat jam 7 malam, di D’home Coffee and Art Space. Rapat panjang, kelar sampai jam 12 malam. Pulang, sampai rumah jam 1 dini hari. Mata rasanya diberi timbel berton-ton. Berat sekali. Langsung tidur. Beberapa menit saja langsung amblas.

Hari ini tanggal merah, besok juga. Pagi-pagi, aku ngecek lalu lintas di jalanan. Padat merayap. Banyak kecelakan di tol. Orang-orang pada piknik. Facebook media paling top melaporkan berita. Tanpa manipulasi, kayak portal online, sebab direporteri sendiri. Cekrek, unggah. Aih, tapi badanku makin lemes saja. Sarapan dan buat kopi, lalu ke kamar lagi. Buka wordpress mobile dan nulis ini. Mataku berat, badanku panas, kerjaan numpuk, Perempuan Cerita sibuk, jalanan macet, flu dan batuk bikin kepala cenut-cenut, hidung buntu, kangen penuh, ranjanglah tempat mengaduh. Uh, selonjorlah tubuh, selimut ditarik, tubuh meringkuk. Semoga lekas sembuh.

Sakit apakah aku? Atau gara-gara belum beli jamu? Atau flu ketemu rindu jadinya seperti ini? Entahlah, maafkan dosaku ya, mungkin terlalu banyak salah diriku ini. Konon, sakit itu melebur dosa. Sudah dua minggu aku seperti ini, begitu banyakkah dosaku? Maafin salahku ya, biar aku bisa cepet sembuh. Buat siapa? Semuanya aja, aku minta maaf setulus-tulusnya. *

Iklan

8 thoughts on “Liburan Panjang Sepanjang Ranjang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s