Bertamu Tanpa Ketuk Pintu

Hari ini nampaknya saya memiliki energi cukup, sehingga saya tidak terkapar seusai Subuh. Konon menurut ilmu psikologi, seseorang yang bahagia membutuhkan tidur lebih sedikit daripada orang yang sedang sedih.

Lanjutkan membaca Bertamu Tanpa Ketuk Pintu

Iklan

Seleksi Perangkat Desa

Seleksi Perangkat Desa
Di Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur, Juni 2016.

Sejak kecil saya amat tidak suka dengan politik. Hal itu karena saya selalu melihat di tivi tentang perpolitikan yang selalu saja korup. Tontonan demi tontonan itu membuat referensi dalam kepala saya makin menguat. Pola semacam itu terus melekat sampai saya lulus dari perguruan tinggi tingkat pertama Unesa.

Lanjutkan membaca Seleksi Perangkat Desa

Surat untuk El

Sebuah catatan yang saya tulis untuk kumpulan puisi Catatan Hati karya Mulia Ahmad Elkazama, terbit tahun 2016. Catatan yang akhirnya dijadikan prolog dalam buku tersebut.

Judul: Catatan Hati: Kumpulan Puisi
Penulis: Mulia Ahmad Elkazama
Penerbit: MNC Malang
Tebal: xii+100
Ukuran: 13×19 cm
Kertas: bookpaper
ISBN: 978-602-6931-72-6
Harga: Rp35.000

image

Lanjutkan membaca Surat untuk El

Efek Puisi dalam Kehidupan Sehari-hari

Semalam, pukul 12, saya baru pulang dari rapat terakhir persiapan acara Tadarus Puisi. Saya masih tidak bisa tidur, akhirnya baca-baca blog teman-teman yang sudah saya follow. Tidak terasa sudah setengah 3 pagi. Akhirnya langsung ke dapur untuk makan sahur.

Lanjutkan membaca Efek Puisi dalam Kehidupan Sehari-hari

Pada Seorang Teman

                        : Ayumi

/1/
Pantaskah disebut teman, jika tidak pernah berjabat tangan.
Layakkah menyebut teman, bila tidak saling kenal.
Haruskah kita berteman, kalau kita sering diam-diam saling memantau keadaan.

: biarkan kata merawatnya.

Lanjutkan membaca Pada Seorang Teman

Banyak Hal yang Tidak Saya Tahu

Saya harus berterimakasih secara besar-besaran kepada rasa penasaran. Darinya saya bisa begitu semangat belajar dan mengobati keingintahuan. Tentu karenanya juga, saya menjadi bisa semakin menundukkan kepala. Menunduk untuk menafakuri diri yang masih bodoh dan perlu banyak belajar.

Lanjutkan membaca Banyak Hal yang Tidak Saya Tahu

Tadarus Puisi 2016

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap Ramadan Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto menggelar acara rutin yaitu Tadarus Puisi. Pada Ramadan 1437 H ini, Tadarus Puisi mengangkat tema “Perempuan dalam Puisi”. Gagasan tersebut berawal dari dua kutup yaitu pertama, minnafsi wahidah, dalam penciptaannya antara laki-laki dan perempuan tidak ada perbedaan; kedua, perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Atas dasar itulah, akhirnya tema yang diangkat yaitu “Perempuan dalam Puisi”, tidak hanya tema saja para penyair yang diundang yaitu para perempuan.

Lanjutkan membaca Tadarus Puisi 2016

Masihkah Kau Anggap ini Kado?

Masihkah kau anggap ini kado?
Setelah kejutan telah hilang dan diganti kabar penuh pengharapan.

Masihkah kau anggap ini kado?
Jika mulut-mulut sudah ramai
menusuk pengelihatan. Ataukah
kau anggap ini kado, sebab
telaga dekap dan langit kasih telah benci dengan bara api.

Lanjutkan membaca Masihkah Kau Anggap ini Kado?

Iseng-iseng Cek Google

Setelah sahur, saya tidak tahu harus melakukan apa selain menikmati segelas kopi dan 234 yang hanya tinggal sebatang. Daripada bengong, akhirnya saya mengetik nama di google. Halaman demi halaman terus saya klik, bila ada nama link baru yang belum pernah saya baca, saya langsung klik.

Lanjutkan membaca Iseng-iseng Cek Google

Ada Apa dengan Penulis?

Kesekian kalinya saya akhirnya berbicara perihal profesi (pekerjaan) sebagai penulis. Profesi yang bagi kebanyakan orang adalah pekerjaan seorang pemalas karena pekerjaannya hanya duduk berlama-lama di depan meja atau di depan komputer. Mirip seorang pengangguran. Belum lagi masyarakat yang tidak mengganggap pekerjaan seorang penulis.

Lanjutkan membaca Ada Apa dengan Penulis?