Masihkah Kau Anggap ini Kado?

Masihkah kau anggap ini kado?
Setelah kejutan telah hilang dan diganti kabar penuh pengharapan.

Masihkah kau anggap ini kado?
Jika mulut-mulut sudah ramai
menusuk pengelihatan. Ataukah
kau anggap ini kado, sebab
telaga dekap dan langit kasih telah benci dengan bara api.

Ah, apakah ini sebuah kado?
jika tubuh hanya tinggal daging remahan. Diecer dan dipertimbangkan sesuai kepuasan.

Apakah kita masih perlu kado?
Entahlah, mari kita istigfar dan bermunajat agar Tuhan memberi kado yang paling nikmat, di sana.

Iklan

Penulis: AKHMAD FATONI

Lahir di Mojokerto, 29 Pebruari 1988. Alumnus S1 sastra Indonesia, Unesa (2010) dan S2 Kajian Sastra dan Budaya Universitas Airlangga (2016). Bukunya: (1) Lengan Lirang (Puisi, 2012); (2) Kredo Mimpi (Esai, 2014); (3) Tembang Dolanan (Puisi, 2015); (4) Meja Nomor 8 (Cerpen, 2016). Email: fatoni.akhmad@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s