Banyak Hal yang Tidak Saya Tahu

Saya harus berterimakasih secara besar-besaran kepada rasa penasaran. Darinya saya bisa begitu semangat belajar dan mengobati keingintahuan. Tentu karenanya juga, saya menjadi bisa semakin menundukkan kepala. Menunduk untuk menafakuri diri yang masih bodoh dan perlu banyak belajar.

Ketika saya mengetahui sesuatu, ternyata selama ini banyak sekali yang belum saya tahu. Dan mungkin itulah, kenapa belajar itu adalah kewajiban. Sungguh saya tidak mampu membayangkan bagaimana jika hidup dengan ketidaktahuan yang jamak. Pasti sangat menyiksa dan menderita.

image
Mungkin ketidaktahuan itulah yang membuat saya begitu menghayati saat membaca puisi. Ah, apa iya? Entahlah, tapi yang jelas saya juga banyak berterimakasih pada puisi yang bisa mengajarkan saya banyak hal.

Berawal dari rasa ingin tahu, saya akhirnya membuat blog ini. Blog yang padanya saya mencatat apa-apa yang tidak saya tahu. Tentu, sesekali mengomentarinya. Apakah yang saya catat? Hal-hal kecil. Loh kok? Iya, dari hal kecil saya banyak menemukan kejutan.

Hal-hal kecil itu dahsyat. Kedahsyatan itulah yang membuat saya memutuskan menjadi pengamat hal-hal kecil. Aktivitas yang akhirnya kerap menghubungkan saya dengan orang-orang keren, salah satunya Ayumi. Ia dan segala aktivitasnya, membuat saya berdecak kagum. Bahkan saya terkejut ketika tahu apa yang ia lakukan di saat senggang.

Kok terkejut kenapa? Bagaimana tidak terkejut ketika tahu si Ayumi yang super sibuk itu ternyata sering mengendap-endap dan nguping celotehan saya. Jelas itu gila.

Kok bisa tahu? Awalnya sih tidak tahu, tapi gara-gara saya baca tulisannya itulah saya jadi dong. Padahal, sejak kemisteriusan menghubungkan kami, setahu saya ia selalu berkomunikasi dan beraksi hanya dengan orang-orang yang aktif. Lah, saya ‘kan cuma penguntit. Sesekali melirik ke dia, apalagi kalau ia majang fotonya yang cantik dan manis itu. Yah, sebatas itu.

Namun, saya benar-benar salut pada Ayumi itu. Ia seorang yang baik dan ramah. Meski ia sibuk, kesibukannya itu selalu disikapi dengan perlakuan unik. Apalagi ketika ia hendak menikah, itu yang bagi saya menarik.

Menariknya yaitu saya bisa membayangkan dan tentunya bisa mengira-ngira kesibukan menjelang menikah. Juga apa saja yang perlu dipersiapkan kalau orang mau menikah. Saya jadi bisa mencatat sesuatu dari Ayumi. Ya, kelak akan saya terapkan bila jodoh saya datang.

Pengantin baru. Dunia baru Ayumi. Itu juga hal menarik. Salah satu yang asik yaitu ketika ia bercerita saat mertuanya berkunjung. Duh, saya jadi ikut membayangkan apa yang dirasakan oleh Ayumi.

Ah, bagaimanakah rasanya dikunjungi mertua? Entahlah, saya juga tidak tahu kapan yang dialami Ayumi itu terjadi pada diri saya. Mohon doanya ya Ayumi, biar saya bisa segera menyusul menuju pelaminan. Dan terimakasih untuk ilmunya.

Iklan

15 thoughts on “Banyak Hal yang Tidak Saya Tahu

  1. Saya terharu, sampai meneteskan air mata, boleh, boleh sekali anggap saya lebai. Tapi, bagaimana tidak, ada nama saya dan sangat lengkap sekali dia menceritakan tentang saya, makasih banyak makasih mas.

    Inget banget, blog mas ini salah satu panutan saya selama perkembangannya, saya minim pengetahuan mas, tapi karena awal mulanya blog mas yg saya tongkrongi, ada banyak hal yang saya tidak tahu, jadi tahu dan belajar untuk sesuatu yang sya tdk tahu, sya jd smngat sendiri kalau baca tulisan mas, terutama puisinya, aah… kadang, saya si pembaca dari awal baca sampai akhir kalau gak senyum, ya meneteskan air mata.

    Semoga ya mas, jodoh datang sesegera mungkin, saya doakan segala sesuatunya buat mas, berjalan lancar

    Dan satu lagi, saya tak berhenti senyum, dulu saya intip tulisanmu mas, dan kalau saya gak salah ingat yg ini.

    Yah, keceriaan itu tampaknya telah kembali setelah perempuan beralis tebal menelpon. Yah, mungkin seperti keriangan yang saya rasa tatkala bisa meregang bersama secangkir kopi. Ya, mungkin.

    Ahhh, 😌 saya suka bagian itu, plus secangkir kopi hitam dan senyum masnya, cieeee…

    Makasih mas sekali lagi. Semoga tahun ini ketemu jodoh, hehehe..

    Disukai oleh 1 orang

    1. Emm, Makjedut rasanya dikomentari sama orangnya. Tuing-tuing-tuing. Waw, berarti mentelingin blogku sejak awal aku ngeblog dong? Soalnya Perempuan Beralis Tebal itu postinganku tahun lalu dan sudah menjadi masa lalu. Hikz suwedih rasanya. Perempuan yang ditaksir lagi-lagi bukan jodoh. Pengen nangis gulung-gulung aja saat itu, ah tapi masak harus gulung-gulung, jadi g jadi deh. Hohoho

      Ciye, senyumku dibahas. Uhuk-uhuk.

      Amin ya Robb, sekali lagi makasih Ayumi. Semoga kamu sehat selalu dan moga nggak nangis lagi melihat suami makin item. Hehehehe….pisss

      Disukai oleh 1 orang

      1. Haha… 😝
        Ya, sejak terkagum-kagum sama puisinya sya jadi mantengin teyuss.. hehe

        Sampe saat ini klo belajar nulis cerpen, deret kalimat yg bkin sya terus terinspirasi.
        Bunyinya klo gk salah, Kautahu akhir-akhir ini jantungku menjadi penggiat yang takkenal lelah. Tiap detik,
        menit, jam, hari, minggu, selalu berdegub.. dan lupa lagi saya hahaa…

        Mas buatkan saya puisi ya ya ya ya… 😳

        Dan si perempuan beralis tebal itu, mungkin bukan yang tepat untuk mas, tenang mas, Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk mas. Dan masih dirahasiakan, si jodoh itu. Saya juga, pacaran lamanya sama si A, eh malah jodohnya sama si B, yg gak sama sekali terpikirkan, haha. Dasar jodoh, kata Tuhan si B lebih pantas untuk saya.

        Maksih juga mas, doanya..
        Haha, lagi lagi dan lagi.. kalau kata mba ulvi biar dia item tapi manis mas. Nah, kaya mas tuh, manis senyumnya 😳

        Disukai oleh 1 orang

        1. Waduh, kok rasanya aku bisa mendengar suara hatimu ya Ayumi. Sebelum kamu menuliskan ini, aku sudah menulis satu puisi untukmu, tanpa dipinta sebelumnya.

          Ah, soal jodoh itu mahamisterius memang Ayumi. Entahlah. Btw, baru kali ini orang bilang suka tulisanku yang puisi. Padahal dari sekian bukuku, yang nasibnya paling sering nggak laku itu buku puisi. Hikz, dunia ini memang menyimpan kemisteriusan.

          Ciye, senyumku dibilang manis. Hitam manis, eh hitam manis. Hahaha

          Disukai oleh 1 orang

          1. 😱 whoah… hebat!
            Mana mana… mau liat. Jangan terlalu dipikirin mas, oke.
            Ohya, baru saya? Dan saya harus beli buku puisi itu mas. Hehe.. tersedia dimana aja mas, gramed? Sya harus punya satu.

            Suka

                    1. Nunggu moment Ayumi, sehingga puisinya itu ngomong sesuatu (ada pesannya). Ya, kalau kita kerap komunikasi bisa jadi aku akan menuliskan puisi untukmh lagi. Mungkin kamu ngoleksi kedua buku puisiku itu dulu kali ya (kok malah promosi, duh), ben nasibnya nggak terlalu buruk. Hohoho
                      Pokoknya cap cus, langsung kirim ke alamatnya Ayumi deh. Hehehe

                      Disukai oleh 1 orang

            1. Buku puisiku belum ada yang hoky, sehingga belum ada yang nongkrong di Gramed Ayumi.

              Buku puisi pertama, Lengan Lirang, terbit self publishing (biaya sendiri) dan dijual sendiri. Namun buku itu buat aku bangga karena dengan adanya buku itu, aku layak menyebut diri penyair. Hohoho…

              Buku puisi kedua, Tembang Dolanan, nasibnya sedikit lebih baik dari buku pertama. Tembang Dolanan diterbitkan seorang teman ketika ia membuat program untuk menggalakkan literasi. Aku tidak diberi honor, tapi diberi buku 35 eks kalau ndak salah.

              Ya, baru dua itu buku tunggal yang memuat puisiku Ayumi. Kalau buku bareng dengan penulis (penyair) lain banyak, ada 12 mungkin kalau tidak salah ingat.

              Disukai oleh 1 orang

              1. Jangan nyerah mas.. semangattt..
                Ya ampun, ternyata gak mudah ya mas, nerebitin buku, itu salah satu impian saya sih, pengen liat tulisan saya nongkrong di toko buku, ahhh saya jadi bangga mas. Bisa kenal sama penulis kaya mas..

                Tapi buku mas yg berjudul meja nomor 8 itu, stoknya msh ada di gramed kota bandung kan? Saya beli itu aja deh..

                Suka

                    1. Oh, suami Ayumi orang Bandung. Bukan Ayumi, Gramed itu masih sasaran tembak selanjutnya. Semoga nanti buku-bukuku selanjutnya ada yang nongkrong di toko buku paling Raksasa

                      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s