Malam Bersenandung

Mengapa saya memberi judul Malam Bersenandung? Jawabannya yakni saya mengambil dari judul acara yang diselenggarakan RBAF. Ya, RBAF memperingati hari Pahlawan dengan menggelar seni pertunjukan. Tema yang diangkat “Mencari Sosok Pahlawan”. 

Pada kegiatan itu, berisi beragam acara. Mulai dari baca puisi, baca cerpen, musikalisasi puisi, peragaan kostum, hingga pementasan teater. Acara tersebut saya buka dengan pembacaan puisi diiringi musik atawa yang lazim disebut musikalisasi puisi. 

Puisi yang saya baca tersebut berjudul Risalah yang Merupa Fatwa. Puisi itu terangkum dalam antologi tunggal saya Tembang Dolanan (2014). Setelah membaca puisi, suara saya sampai saat ini masih serak, hampir habis. Ya, memang resiko tambil di ruang terbuka tanpa pengeras suara. Namun itu semua terbayar dengan tepukan tangan dari ratusan penonton yang menjadi saksi pertunjukan. 

Pembacaan puisi dengan semiteater.

Setelah itu, acara dilanjut dengan acara seremonial, sambutan. Sambutan pertama dari pendiri RBAF, saya sendiri. Selanjutnya disambung dengan sambutan dari Bapak Indra Tri Kurniawan, mewakili Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto (DKKM).Akan tetapi, sebelum acara dimulai saya dihubungi kalau beliau akan telat. 

Bersambung.

Iklan

6 thoughts on “Malam Bersenandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s