Pengolahan Limbah Rumah Tangga

Sejak beberapa bulan lalu, saya dimintai tolong pemuda dan pemudi dusun tempat saya ini dilahirkan untuk menggawangi karang taruna. Nama karang taruna ini Karya Remaja. Sebenarnya, saya tidak langsung mengiyakan. Pertimbangan saya yaitu karena sudah hampir sepuluh tahun tidak pernah menginjakkan kaki di dusun ini. Jika pulang pun, hanya numpang tidur dan menghabiskan secangkir kopi dengan beberapa batang rokok saja.

Tentunya, saya sudah tidak tahu pola yang berjalan di dusun ini. Saya pun tidak tahu siapa pemuda dan pemudinya. Teman-teman sebaya pun sudah banyak yang menikah. Jalan tengahnya, saya meminta waktu sebulan untuk memahami atmosfir di dusun ini. Namun realisasinya, waktu yang saya butuhku lebih dari ekspektasi. Hampir dua bulan. 

Setelah saya mendapatkan data karakter warga dan pemuda-pemudinya. Memang tidak banyak berubah sejak sepuluh tahun lalu. Ya, karena sejak kepulangan saya ke kampung halaman ini berniat menata desa. Tawaran pun saya iyakan. Namun saya membutuhkan tim yang nantinya bisa membantu menjalankan progam-program ini. Pola pemilihan pun saya meminta ada perubahan. Dulu terjadi secara konvensional, langsung tunjuk dan jadi. Lah, waktu saya diminta menggawangi, maka permintaan saya yakni harus ada pengukuhan, meskipun saya dan tim yang akan dilantik yang mempersiapkannya. Tidak mengapa.

Akhirnya, sejak Nopember 2016-Nopember 2019, saya bersama 23 pemuda dan pemudi Dusun Sumbertani dilantik oleh kepala dusun. Sejak itu, perlahan saya bersama pengurus karang taruna Karya Remaja Dusun Sumbertani, Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, menyusun progam selama masa jabatan. 

Salah satu programnya mengelolah limbah rumah tangga. Program ini memilah sampah organik dan nonorganik. Saat ini yang dijalankan, memang bertahap, sampah kering. Di antaranya sampah plastik dan kertas. Dua jenis sampah nonorganik ini nanti dipilah sesuai bahannya. Setelah terseleksi dengan manis sesuai jenis bahannya, maka langkah selanjutnya yakni menjadikan sampah itu menjadi bentuk kreatif, kerajinan. 

Bila bahan yang tidak bisa diolah, maka dialihkan ke pengolahan daur ulang. Hasilnya digunakan operasional. Dan pagi ini, tim sudah mendapatkan sebagian hasil. Sampah ini diambil ke rumah warga tiga hari sekali. Semoga hasilnya bisa untuk mempercantik dusun dan membenahi segala yang perlu dibenahi. 

Tentunya, hal itu sudah kami konsep dalam program selanjutnya yaitu membuat hidroponik di sepanjang jalan dusun. Setelah itu berjalan, maka dibentuk gapura ramah lingkungan dengan di sekitarnya dibenuhi tetumbuhan. Bila pola penghijauan ini terlaksana, sebagai polesan terakhir agar lebih hidup, seluruh pagar hasil pembagunan periode 45 (saya menyebutnya bok) untuk dimural. 

Program-program ini pasti sangat membutuhkan banyak biaya. Namun ini niat saya, semoga tim siap membantu. Dan saya yakin alam akan membantu. Semoga.

Jika ingin membantu progam kami, kami juga sudah menjalankan program bidang seni-budaya: kelompok drum band. Jika punya hajatan atau acara, silakan menghubungi tim drum band kami. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s