Berawal dari Suka

Dulu, sewaktu masih kecil cita-cita saya menjadi musisi. Terutama sebagai gitaris. Saya masih ingat betul kali pertama pengen beli gitar. Bagaimana saya harus merengek ke orangtua agar dibelikan alat musik. 

Namun, anehnya sampai saat ini saya tidak bisa memainkan alat musik itu. Sampai saat ini, saya sudah beli gitar sampai tiga kali. Gitar pertama, tidak diketahui rimbanya. Gitar kedua, ada di gudang rumah kakak. Dan yang ketiga, sampai sekarang masih bisa dipakai. Tentunya bukan saya yang memainkannya, tetapi teman-teman saya. 

Entahlah, ini sesuatu yang aneh. Sampai akhirnya saya sejak beberapa tahun lalu masuk ke dunia baru, berjualan alat musik. Mulai dari stik drum, gitar akustik, gitar elektrik, dan asesoris gitar lainnya. Dan beberapa waktu lalu, takdir mempertemukan saya dengan rekan bisnis baru, pengerajin drum band. Jadi, ketika saya pikir apa yang saya lakukan saat ini berawal dari suka. 

Tentunya, ini adalah koleksi barang-barang dagangan itu. Terkadang saya pakai sendiri, eh, kelompok yang saya kelolah maksudnya. Sebab saya tidak bisa memainkan alat musik. Dan lucunya, tiap kali saya jualan, para pembeli tidak percaya kalau saya tidak bisa bermain gitar. Hehehe…ya sudah, itu hak mereka tidak memercayainya. Toh, bagi saya barang terjual dan pelanggan puas,  itu sudah merupakan pelayanan yang harus saya berikan. 

 Sebagai wujud visual, berikut gambar-gambarnya:

Gitar Elektrik Body Ori
Gitar Elektrik body ori
Gitar akustik plus equaliser
Model equaliser gitar akustik
Gitar akustik tanpa equaliser
Gitar akustik cocok buat pemula
Gitar akustik bisa menyesuaikan kantong pelajar
Gitar akustik yang nyentrik
Variasi stik, mulai stik drum, balera, hingga drum band.
Balera
Alat musik drum band: orgen, senar drum, tom, bas drum.

Entahlah, kesukaan dengan musik membuat saya gila. Namun sayangnya, cita-cita saya menjadi musisi kandas, malah yang tidak diharapkan tergapai: pengusaha alat musik. Hidup itu absurd. Kadang sesuai yang dikejar, tidak kunjung tertangkap. Sedangkan yang tidak disangka-duga, malah mendekat. Namun, setidaknya sekarang sudah bisa memetik gitar, mengalunkan organ, dan menarikan stik di alat perkusi, meskipun belum mahir. Semua itu harus disyukuri. Bukan begitu?

Iklan

2 thoughts on “Berawal dari Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s