Gerakan Kebersihan Lingkungan

‚ÄčLaporan rapat bersama Perangkat Desa

Kamis, 23 Pebruari 2017

Notulis: Akhmad Fatoni (Ketua Umum Kartar Karya Remaja Dusun Sumbertani)
Sore hari, sekitar pukul 3 sore, saya mendapat pesan dari Kepala Desa. Pesan itu berisi undangan rapat yang akan membahas kebersihan lingkungan. Saya diminta mengajak yang mengeloh sampah karang taruna Karya Remaja. Maka dari itu, saya mengajak Saudara Alifir dan Krisdian Efendi. 

Kira-kira setengah 8 malam, saya bersama dua orang relawan sampah Karya Remaja menuju rumah kepala desa. Rumah masih sepi, hanya ada Saudara Buasim. Entah ia menjabat apa di pemerintahan desa, saya kurang paham. Yang jelas, ia adalah orang kelahiran Dusun Sumbertani dan menikah dengan orang Dusun Banyurip. Tentunya, ia orang yang dermawan pula. Ia kerap membantu tenaga, pikiran, dan biaya untuk pergerakan di tanah kelahirannya ini. Baik kegiatan karang taruna Karya Remaja ataupun RBAF. 

Tidak lama setelah itu, datang ketua karang taruna Dusun Banyurip bersama wakilnya. Baru kemudian disusul Ketua BPD. Acara digelar lesehan. Setelah karpet digelar, Ketua Karang Taruna Desa datang, Mas Hari Bondan. Acarapun di buka, sambutan sekilas. Lalu dilanjut dengan diskusi terbuka. Topiknya masalah kebersihan lingkungan. 

Setelah acara dimulai, ketua LPM hadir dan turut dalam pembahasan ini. Kepala Desa Mojorejo ingin di daerah yang ia pimpin ini kebersihan lingkungannya terjaga. Beliau tidak ingin lagi melihat sampah di parit, sungai, ataupun di jalan-jalan. Beliau sudah jengah, hingga akhirnya menetapkan perdes (peraturan desa) mengenai kebersihan lingkungan. 

Beliau optimis, karena karang taruna Karya Remaja Dusun Sumbertani, yang merupakan salah satu dusun dari delapan dusun yang dipimpinnya, mampu melakukan gerakan kebersihan lingkungan. 

Diskusi panjang lebar pun terjadi. Tidak ada saling gontok, adanya banyolan dari ketua BPD, Kak Irul, yang meski tampangnya kereng ternyata humoris. Gelak tawa pun pecah. Suasana tegang, mencair kembali. Rapat dengan model diskusi terbuka berjalan lancar. Berikut rumusan rapat tersebut:

1. Pemerintah Desa Mojorejo mengeluarkan Perdes kebersihan lingkungan. Isinya, seluruh warga Desa Mojorejo wajib menjaga kebersihan lingkungan. Bila ada yang melanggar akan dikenakan denda sebesar Rp100.000. Dan bila ada yang bisa membuktikan orang buang sampah sembarangan, terutama di selokan atau sungai, akan diberi insentif Rp50.000 (bukti foto). Bila tidak mau membayar, setiap keperluan adminitrasi di desa akan dikenakan biaya.

2. Desa memberi fasilitas TPA, Mobil pengangkut sampah, seragam petugas sampah, dan tempat sampah di beberapa titik (drum bekas).

3. Warga wajib membayar iuran kebersihan Rp1.000 per minggu. Uang tersebut digunakan operasional kebersihan.

4. Penerapan lingkungan bersih akan diberlakukan per 1 April 2017. Sejak putusan ini ditetapkan, seluruh Kepala Dusun wajib menyosialisasikan ke seluruh warganya.

5. Banner sosialisasi akan difasilitasi pemerintah desa. Bulan Maret 2017, target sosialisasi rampung.

6. Masing-masing dusun diberi wewenang menentukan petugas pemungut sampah. Jika tidak ada atau tidak sanggup, maka dipasrahkan pemerintah desa. Kemudian pemerintah desa akan menunjuk petugas, yang akan membantu dusun tersebut.
Tentunya hal itu merupakan gerakan positif. Kita, karang Taruna Karya Remaja akan mendukung penuh program tersebut. Dan sebuah kebanggaan ketika gerakan cinta lingkungan yang digerakkan kartar Karya Remaja Sumbertani dijadikan percontohan pemerintahan desa. Sungguh, ini sangat mengharukan.

Karya Remaja Terus Bergerak

Program yang saat ini digerakan yaitu pengelolaan sampah kering. Sungguh terimakasih kepada seluruh warga yang telah membantu program ini. Tanpa bantuan warga niscaya ini tidak berjalan. Sisanya, tinggal menunggu hati anggota karang taruna tergerak turut membantu. 

Siang ini, sampah-sampah ini dijemur di pelataran rumah. Biar tidak bau. Biasanya saya dibantu Baztian Petros dan Aris Anggun Sholiha. Namun sejak tiga hari yang lalu, saya meminta ia mewakili Karya Remaja membersihkan rumput di lapangan. Pembangunan pasar akan segera direalisasikan. 

Tentunya ini adalah gerakan membangun Dusun Sumbertani dan Desa Mojorejo pada umumnya. Gerakan seperti ini tidak ada uangnya, jadi saya memaklumi jika teman-teman belum tergerak membantu. Namun semenjak tahun lalu, ketika saya ditunjuk dan diberi amanah. Maka inilah yang menjadi tanggung jawab saya. Dan terimakasih kepada seluruh pengurus, sudah berkenan membantu. 
Dan semalam, saat gerimis merindu gerakan tahlilan, yang akhirnya berubah menjadi Istiqosah karena saran dari tokoh agama Dusun Sumbertani dengan alasan rutinan tahlilan sudah dilakukan warga, ben karang taruna Istiqosah wae. Ngunu. Dan oke. 

Kegiatan itu dilakukan rutin setiap hari Jumat, ba’da Isya. Lah, Jumat ngarep, bukan Jumat malam ini, Istiqosah bertempat nak langgar kulon. Ambek gowo kas 2 ribu gawe tuku puluran. Rembukan wingi, sepakat nggak diisi arisan. Mung cukup rutinan wae. Lah, nek ngisi 20 ewu piye? Yo ora opo-opo, toh iku gawe rejeki sampean dewe. 

Kabar gembira liyane, Aba Saipul siap nukokno alat terbang, be e pengen bentuk banjari, terbangan, kuntulon, opo qosidah. Lah, kabeh iku, nari sampean. Gelem nopo purun. Nek coro aku, gelem tok wong wis onok sing biayayai. 

Gerakan liyane, iku drum band. Iki kari kelompok 2 sing durung terbentuk. Kelompok sing anggota e arek karang taruna. Ndang meluo. Ora bayar. Bayar alat wis ditanggung ambek arek-arek sing tergabung nak kelompok 1.
Monggo, niat e ditoto maleh. Niki gerakan sae. Gerakan Karya Remaja sampun tersebar di seluruh dusun di Mojorejo. Sebab setiap pertemuan, Pak Lurah menceritakan gerakan Karya Remaja ini. Tidak hanya itu, sama Pak Lurah juga diceritakan di kecamatan. Alhamdulillah.

Saya bangga kepada pengurus dan anggota karang taruna Karya Remaja. Kalian keren. Tanpa kalian semua, nama Sumbertani tidak akan dibincangkan di sana-sini. Juga seluruh warga Dusun Sumbertani yang banyak membantu, juga para pamong. Sungguh, saya ucapkan terimakasih sanget. I LOVE YOU FULL.