Kado Pernikahan

Alhamdulillah semua berjalan lancar. Tentunya, pasti ada saja kekurangan. Setidaknya, hal itu tidak menjadi penghambat pernikahan kami, aku dan istri tercinta. 

Sebagai pelengkap kebahagian, banyak rekan-rekan, teman, dan saudara dari jauh pun hadir. Sungguh, aku merasa terharu. Juga teman putih biru, abu-abu, dan teman masa pendidikan penuh haru-biru. 

Teman masa abu-abu, suwon sis sudah hadir dan mendoakan.
Teman masa abu-abu, suwon bro sudah hadir dan mendoakan.
Teman menempuh pendidikan penuh haru-biru. Duh, datang sudah membawa keponakanku. Kapan ya aku bisa punya si kecil untuk melengkapi keluarga baruku? Loh, he, loh he, olahraganya aja belum kok sudah pengen si kecil. Hohoho

Dan sebagai kado pernikahan, maka sebagai seorang penyair maka aku menghadiahkan sebuah sajak kepada istriku. Sajak yang kubacakan pada malam resepsi di rumah. Pembacaan yang begitu menguras batin, hingga airmata ini berjatuhan bagai gerimis. 

Membacakan sajak PENGANTIN BARU: SURAT SUAMI KEPADA ISTRINYA, sebagai kado pernikahan. Pembacaan paling menguras energi batin, sebab segala rasa yang mengendap benar-benar tumpah. Tumpah karena doa-doa dan harapan menghadapi hidup yang mesterius. Semisterius jodoh. Ya, seperti engkau istriku.

Ya, sepuluh tahun menekuni dunia perpuisian, pembacaan puisi kado pernikahan terasa begitu menggoncangkan. Suasana menjadi syahdu dan mendayu. Para tamu undangan baik saudara, orangtua, teman, kenalan banyak juga yang terbawa suasana. Jadinya, di mana-mana airmata berjatuhan. 

Tentunya sebagai penutup, berikut sajak tersebut:
Pengantin Baru: Surat Suami Kepada Istrinya

Oleh: Akhmad Fatoni

Dua tahun lalu, aku mengenal seorang gadis  Gadis manis berbaju hitam: lantang membacakan puisi
Gadis manis itu berambut panjang

Lurus dan tergerai

Aku jatuh pada tatapan matanya

Mata yang membuatku berkelana di rimba sapa

Dingin. Sedingin angin malam di musim kemarau

Aku telah terjatuh pada tatapan matanya

Sikap angkuh dan takmudah dirayu

adalah milikmu. Namun karena tatapan matamu

juga bait-bait sajak yang kaulantunkan

membuatku tetap tumbuh, meski tanpa rindu menggebu

Aku benar-benar terjatuh pada tatapan matamu

Tuhan pun tahu, bahwa jatuh ini

Jatuh pada tulang yang sama

Tulang rusuk yang akan kutemu

Kita pun beradu

Dua bulan, aku langsung melamarmu

Kedekatan tanpa bujuk rayu

Aku bertamu pada ibumu, mertuaku

Kita pun menyatu

Duduk di pelaminan dengan akad yang  sempat

keliru, karena degub tak menentu

Aku menghalalkanmu

Gadis manis dua tahun lalu

kini telah menjadi istriku

Aku mencintaimu, kau pun begitu

Istriku, rindu dan cemburu adalah bumbu

Racik dan sajikan untukku, suamimu

Tidak kurang, tidak lebih.

Aku pun cemburu

Cemburu yang hanya muncul di bilik kata-kata

di beranda. Ya, beranda, bukan wajah atau mulutku

Istriku, 

Ijinkan aku mengenalkanmu ke keluargaku

Begitu juga kau, dekatkan aku ke sanak-saudaramu

Jangan seperti kucing nakal yang suka mencuri ikan

Sebab hatimu tidak kucuri, tapi kuketuk perlahan

Dua tahun

Istriku,

Pencemburu itu merusak hati

Jangan kaurusak hatimu

Hati yanh telah kupilih untuk berlabuh

Lepaskanlah segala masa lalu, bagai ibu dan

bapakmu saat melepas kaukawin denganku

Tentu itu berat, sayang!

Namun harus, perlu dimengerti-sadari

Jumat lalu, Jumat legi, ditemani 

saksi dan dihadiri wali, aku menghalalkanmu

di depan pengulu dan mudin desamu

beserta mas kawin sebagai pelengkap rukunnya

Dan kau, malam ini bisa tidur bersamaku

Bercerita tentang orangtua yang taksabar menimang cucu

Aku pun tahu, selayaknya engkau pun tahu

kamarku telah kupersiapkan seprai baru,

agar kaubetah bercumbu denganku

Ah, jangan istriku

Aku mencintaimu

Namun tamu-tamu masih di sini 

Aku harus menjamunya

sebelum aku berdoa dan meminta cucu untuk orangtua dan mertuaku melalui rahimmu
Istriku, 

Kelak jika aku keliru, tegurlah

Begitu juga engkau, patuhlah pada suamimu

Kita beribadah bersama dalam keluarga yang semoga 

Sakinah, mawadah, warahmah tentunya

Mojokerto, 10 September 2017

Iklan

Tadarus Puisi 2017

​Malam Tadarus Puisi Mojokerto 2017

Mengundang kawan-kawan untuk hadir pada:

Sabtu, 10 Juni 2017

Pukul: 20.00-selesai.

Tempat

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga

Jl. Jayanegara 4 Mojokerto

Acara:

[1] Pembacaan puisi dan musikalisasi puisi oleh penyair dan penikmat puisi

[2] Forum diskusi bersama Indra Tri Kurniawan, Akhmad Fatoni, Anjrah Lelono Broto, Saiful Bakri, dkk.

Pemandu Acara

Kukun Triyoga

Acara gratis dan terbuka untuk umum

Narahubung

Mochammad Asrori

HP/WA: 085231586507 

PESTA PEKAN SASTRA #2


Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Islam Majapahit (Unim)

mempersempahkan:

PESTA PEKAN SASTRA #2 (17-21 April 2017)

Sastra Pusaka Bangsa
Rangkaian Kegiatan:

LOMBA BACA PUISI

Jenis lomba Individu

Pendaftaran Rp50.000

LOMBA MENULIS CERPEN

Jenis lomba individu

Pendafaran Rp50.000

LOMBA MUSIKALISASI PUISI

Jenis lomba kelompok

Pendaftaran Rp110.000

(Maks. 6 orang)

LOMBA STAND UP

Jenis lomba individu

Pendaftaran Rp50.000

Kategori lomba:

1. Pelajar SMA/MA/SMK sederajat

2. Umum dan Mahasiswa
HADIAH:

1. Tropi

2. Sertifikat

3. Uang Pembinaan
BONUS ACARA:

Pelatihan Menulis

Kamis, 20 April 2017
SEMINAR:

“Sastra Pusaka Bangsa”

Jumat, 21 April 2017
Pendaftaran:

13-31 Maret 2017

Pada hari kerja (Senin-Jumat) di Gedung Hajar Ibrahim
Technical Metting:

3 April 2017

Pukul 13.00 bbwi

Tempat:

Universitas Islam Majapahit (Unim)

Jalan Raya Jabon 0,7 KM Mojokerto. 61364
Narahubung:

Zain (0856-4964-6963)